SUKAMARA – Memasuki hari kedua pelatihan juru sembelih halal (Juleha) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sukamara diadakan praktek menyembelih unggas sesuai dengan standar dan halal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sukamara, Dwi Harsini melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeptan) Sukamara, Sri Pambudi mengatakan ada 20 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari delapan orang juri sembelih unggas dan 12 juru sembelih sapi
“Kita fokus pada juru sembelih unggas, karena untuk di Pasar Saik Sukamara saja ada delapan orang juru sembelih ayam, untuk konsumsi harian masyarakat di Kota Sukamara dan sekitarnya,” terang Sri Pambudi, Rabu 19 Februari 2025.
Menurut Sri Pambudi, dengan dilatihkan para juru sembelih khususnya unggas diharapkan daging hasil sembelihan yang diperjualbelikan terjamin halal dan aman serta sehat.
“Kalau cara menyembelihnya baik dan sesuai dengan standar maka akan diperoleh daging yang aman, sehat, utuh dan halal,” lanjut Sri Pambudi.
Sri Pambudi berharap dengan adanya pelatihan juru sembelih halal ini, para juri sembelih yang bekerja di peternakan atau pedagang ayam potong maupun hewan kurban dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga masyarakat merasa aman saat mengkonsumsi daging ayam maupun sapi.
“Dalam sehari saja konsumsi daging ayam di dalam Kota Sukamara bisa mencapai 700 ekor sampai 1000 ekor, apalagi saat ini mendekati bulan Ramdan pasti akan meningkat lagi,” jelas Sri Pambudi.
Sri Pambudi berharap dengan adanya pelatihan juru sembelih halal ini, para juri sembelih yang bekerja di peternakan atau pedagang ayam potong maupun hewan kurban dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga masyarakat merasa aman saat mengkonsumsi daging ayam maupun sapi.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, semua juru sembelih yang ada di Kota Sukamara kedepannya bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga daging yang dikonsumsi masyarakat itu benar-benar aman, sehat dan halal,” tukas Sri Pambudi. (enn)












