PALANGKA RAYA – Ramadan tahun depan akan semakin semarak di Kalimantan Tengah! Pemprov Kalteng tengah bersiap menggelar National Halal Fair 2025, sebuah ajang bergengsi yang akan berlangsung pada minggu pertama Ramadan.
Tak sekadar pameran, acara ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi halal di Kalteng serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal.
Plt. Sekda Kalteng, Katma F. Dirun, menegaskan bahwa National Halal Fair 2025 bukan hanya ajang transaksi bisnis, tetapi juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat tentang produk halal.
“National Halal Fair bertujuan untuk menggiatkan produk-produk halal dan memastikan kepatuhan terhadap hukum syariah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis dan konsumsi,” ujarnya dalam rapat persiapan di Kantor Gubernur Kalteng, Jumat 28 Februari 2025.
Acara ini akan digelar selama 20 hari di kawasan Jl. Brigjen Katamso, Palangka Raya.
Berbagai kegiatan akan dihadirkan, seperti bazar UMKM kuliner halal, fashion muslim, layanan sertifikasi halal, edukasi digital, hingga pasar murah.
Selain itu, akan ada hiburan dan perlombaan yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat.
Menurut Plh. Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalteng, Fanny Kartika Octavianti, salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah memperkuat kesadaran masyarakat terhadap transaksi ekonomi halal, termasuk penerapan sistem pembayaran berbasis digital.
“Kami akan menyediakan layanan edukasi dan kurs pembuatan QRIS agar pelaku usaha, khususnya UMKM, bisa beradaptasi dengan sistem pembayaran nontunai yang lebih efisien,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Adiah Chandra Sari, menambahkan bahwa National Halal Fair juga akan menjadi bagian dari agenda wisata Ramadan di Kalteng.
“Akan ada pasar takjil, perlombaan, serta kegiatan budaya yang diharapkan bisa menarik wisatawan dan meningkatkan geliat ekonomi daerah,” katanya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal akan dilibatkan untuk memastikan kelancaran acara.
Selain pemerintah, kegiatan ini juga menggandeng perguruan tinggi dan komunitas ekonomi syariah agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng menargetkan peningkatan daya saing produk halal lokal dan mendorong UMKM untuk lebih berkembang.
Dengan semakin kuatnya ekosistem halal, diharapkan Kalteng bisa menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
(Sya'ban)












