PALANGKA RAYA – Menjelang bulan suci Ramadan, pemerintah semakin memperketat aturan bagi Tempat Hiburan Malam (THM) di Palangka Raya. Satpol PP memastikan bahwa seluruh THM wajib menutup operasionalnya pada hari pertama serta tiga hari terakhir Ramadan.
Kepala Satpol PP Palangka Raya, Berlianto, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat Muslim selama bulan suci.
“Untuk hari pertama dan tiga hari terakhir puasa itu tutup semuanya. Tetapi di hari kedua itu diperbolehkan untuk dibuka,” ujar Berlianto, Jumat 28 Februari 25.
Berlianto menjelaskan bahwa pada hari kedua puasa, tempat karaoke dan biliar diperbolehkan beroperasi, namun dengan ketentuan tidak boleh menyediakan minuman beralkohol.
“Cuma untuk karaoke dikenankan untuk dibuka, tapi tetap tidak ada minuman beralkohol. Kalau warung makan bebas aja, cuma disarankan untuk tertutup,” jelasnya.
Berlianto mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk ikut serta menjaga ketertiban selama bulan Ramadan agar suasana ibadah puasa tetap kondusif.
“Mari kita bersama-sama saling menjaga, karena tidak mungkin pemerintah bisa jalan sendiri tanpa keterlibatan dari masyarakat,” pungkasnya.
(Syauqi)












