PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah rutin melaksanakan Khataman Al-Quran di Mushola Al-Ikhlas, Kantor Disbun Kalteng. Kegiatan rutin yang diadakan setiap akhir bulan ini telah mencapai khataman yang ke-27, menjadi bukti konsistensi pegawai dalam mendalami dan mengamalkan Al-Qur'an.
Khataman Al-Quran diikuti oleh seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak (Tekon), serta Ibu-Ibu Pengajian di lingkungan Dinas Perkebunan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa khatam dan tausiyah bertema Keberkahan.
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan kegiatan ini. Khataman bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana bagi pegawai untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat spiritualitas dalam lingkungan kerja.
“Khataman Al-Quran hari ini adalah yang ke-27, dan ini menunjukkan bahwa semangat pegawai dalam mendalami Al-Quran tetap terjaga. Setiap bulan, seluruh pegawai berkontribusi membaca Al-Qur'an sebanyak 2 hingga 5 juz,” ucapnya, Jumat 28 Februari 2025.
Melalui kegiatan ini, berharap dapat terus berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat besar bagi seluruh pegawai. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan pembinaan mental spiritual agar nilai-nilai keagamaan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin lingkungan kerja di Dinas Perkebunan tidak hanya fokus pada tugas kedinasan, tetapi juga memiliki suasana yang religius dan penuh berkah. Dengan membaca dan mengamalkan Al-Quran, semoga kita semua semakin dekat dengan Allah SWT dan diberikan keberkahan dalam setiap pekerjaan,” tambahnya.
Selain memperkuat keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarpegawai serta membentuk karakter ASN yang berintegritas dan berakhlak dalam menjalankan tugas.
“Dengan keberlanjutan kegiatan ini, Dinas Perkebunan Kalteng berkomitmen untuk menciptakan suasana kerja yang tidak hanya produktif tetapi juga bernuansa religius. Hal ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara tugas duniawi dan ibadah, sehingga pegawai dapat bekerja dengan lebih semangat dan penuh keberkahan,” ungkapnya.(yud)












