PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan.
Plh Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalteng, Fanny Kartika Octavianti, menyatakan bahwa saat ini Kalteng mengalami deflasi, namun tetap perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama pada komoditas tertentu.
“Alhamdulillah, harga bahan pokok masih stabil berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) ke pasar beberapa hari lalu. Namun, jajaran Pemprov Kalteng tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan harga, terutama untuk daging ayam ras menjelang bulan Ramadan,” ucapnya saat menghadiri konferensi pers rilis data inflasi oleh BPS Kalteng, Senin 3 Maret 2025.
Lonjakan permintaan selama Ramadan sering kali berdampak pada harga bahan pangan. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memantau kondisi pasar untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.
“Selain daging ayam ras, potensi kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah. Menurutnya, harga kedua komoditas ini sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan,” tambahnya.
Hasil survei terakhir di Pasar Kahayan menunjukkan adanya pedagang yang menjual cabai rawit dengan harga mencapai Rp140.000 per kg. Angka ini menjadi perhatian pemerintah, yang akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan lonjakan harga agar tidak membebani masyarakat.
“Kenaikan harga cabai sering kali terjadi karena kondisi cuaca atau gangguan distribusi. Kami terus memantau dan mengantisipasi agar harga tetap terkendali, terutama menjelang bulan Ramadan,”ungkapnya. (yud)












