SAMPIT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan anggaran pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Pramuka dan Pemuda dengan anggaran Rp6 miliar tidak terkena efisiensi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Rody Kamislam, menegaskan bahwa efisiensi anggaran lebih banyak diterapkan pada perjalanan dinas dan perawatan sarana prasarana yang masih bisa ditunda.
“Sementara ini masih aman, dengan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk pembangunan PJU Pramuka dan Pemuda,” kata Rody, Rabu 5 Maret 2025.
Efisiensi anggaran secara umum berlaku di seluruh OPD, termasuk pemangkasan perjalanan dinas hingga 50 persen serta dana dari pusat.
Namun, kegiatan strategis yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pembangunan PJU di Jalan Pramuka dan Pemuda, tetap menjadi prioritas karena sifatnya mendesak.
“Selama ini banyak keluhan disana gelap dan pengendara sulit melintas karena penglihatan terbatas. Selain itu juga rawan tindak kejahatan,” ujarnya.
Ia menambahkan tim telah melakukan survei lapangan untuk menentukan titik pemasangan tiang PJU agar tidak mengganggu arus lalu lintas, terutama karena jalan tersebut menjadi jalur alternatif truk angkutan barang menuju dan dari Pelabuhan Samuda.
“Jalan Ahmad Yani tidak diperbolehkan untuk angkutan besar, sehingga alternatif arus barang melalui Jalan Pemuda dan Pramuka,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya perlu memastikan lokasi pemasangan PJU agar tidak tersenggol truk, tidak bisa juga ditempatkan di median jalan karena kecil dan bisa berisiko rusak atau membahayakan.
Selain pembangunan PJU di Pramuka dan Pemuda, Dishub juga melakukan perawatan terhadap PJU di dalam kota yang sudah tua, rusak, atau mati. Namun, pemeliharaan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dengan prioritas pada titik yang lebih mendesak.
“Kami menyesuaikan anggaran pemeliharaan dengan dana yang tersedia, karena tidak semua PJU yang rusak bisa langsung diperbaiki. Yang paling prioritas akan lebih dahulu diperhatikan,” pungkasnya. (nardi)












