PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2025-2030, H. Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng periode 2016-2025, H. Sugianto Sabran, atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, termasuk Bundaran Besar Palangka Raya yang kini menjadi salah satu ikon provinsi.
“Izinkan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Tengah periode 2016-2025, H. Sugianto Sabran, yang telah bekerja keras dan meletakkan pondasi yang kuat dalam membangun Kalteng lebih maju selama kepemimpinan beliau, salah satunya Pembangunan Bundaran Besar yang menjadi salah satu ikon Provinsi Kalteng,” ujar Gubernur Agustiar Sabran dalam Rapat Paripurna Ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Rabu 5 Maret 2025.
Bundaran Besar Palangka Raya merupakan proyek monumental yang digagas oleh H. Sugianto Sabran selama masa jabatannya sebagai gubernur.
Struktur utama dari ikon ini adalah arsitektur Talawang setinggi 45 meter, yang merepresentasikan budaya Dayak dan semangat kearifan lokal.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, rencana pengembangan Bundaran Besar terus berlanjut.
Salah satu proyek lanjutan adalah penambahan fasilitas Ruang Hijau Terbuka (RHT) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Penambahan ini diharapkan semakin mempercantik kawasan tersebut serta memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai ruang publik yang lebih nyaman.
Dalam pidatonya, Gubernur Agustiar Sabran juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya.
Ia menekankan bahwa kesinambungan pembangunan sangat penting agar Kalteng terus berkembang dan menjadi daerah yang lebih maju serta sejahtera.
Rapat Paripurna tersebut menjadi momentum bagi Gubernur Agustiar Sabran untuk menegaskan visi kepemimpinannya dalam lima tahun ke depan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis pembangunan infrastruktur dan ikon daerah seperti Bundaran Besar akan semakin mengangkat citra Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
(Sya'ban)












