SAMPIT – Stok darah golongan AB di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin menipis! Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim mengakui tengah menghadapi krisis serius dalam ketersediaan darah jenis ini.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kotim, Siswantoko, pada Kamis (6/3/2025), mengungkapkan bahwa sementara stok golongan darah lain masih dalam kondisi aman, darah AB justru dalam tahap mengkhawatirkan.
“Saat ini yang masih belum bisa bertambah ada di golongan AB saja, selebihnya berapa dalam taraf aman,” ungkapnya.
Ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kotim saat ini mencapai 339 kantong, dengan rincian golongan darah A sebanyak 95 kantong, B sebanyak 82 kantong, O sebanyak 139 kantong, dan AB sebanyak 13 kantong.
Agar stok darah tetap stabil dan mencukupi kebutuhan pasien, PMI Kotim terus berinovasi, termasuk dengan memperpanjang jam pelayanan hingga malam hari. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, terutama bagi mereka yang sibuk di siang hari.
“Kami terus berupaya memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan maka dari itu dibukanya pelayanan hingga malam hari,” kata dia.
Ia juga mengajak warga Kota Sampit untuk berkontribusi dalam menjaga ketersediaan stok darah dengan mendonorkan darahnya di PMI Kotim.
“Mari sama-sama kita membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dengan cara melakukan donor darah di UDD PMI Kotim,” ajaknya.
(Sattar)












