KUALA PEMBUANG – Pelabuhan Perikanan (PP) Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan bukan sekadar tempat bersandar kapal, tetapi juga pusat kehidupan ekonomi bagi para nelayan.
Berlokasi di Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, pelabuhan ini menjadi titik utama distribusi hasil laut, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalteng, H. Darliansjah, menegaskan bahwa aktivitas di pelabuhan ini menjadi tulang punggung sektor perikanan daerah.
“Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang merupakan salah satu UPT pelabuhan perikanan Kalteng yang berperan penting dalam pelayanan kepada masyarakat pesisir dan juga nelayan,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat 7 Maret 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun Dislutkan Kalteng, terdapat 520 nelayan pemilik kapal yang beroperasi di wilayah binaan UPT Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang.
Mereka tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
Dari jumlah tersebut, mayoritas nelayan berasal dari Kelurahan Kuala Pembuang II dan Desa Sungai Undang.
Selain sebagai tempat berlabuh kapal, pelabuhan ini juga mencatat produksi tangkapan ikan yang cukup signifikan.
“Tercatat bahwa jumlah produksi tangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Kuala Pembuang untuk bulan Februari 2025 adalah sebanyak 9.873 kg,” tambah Darliansjah.
Dengan jumlah produksi tersebut, pelabuhan ini berperan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menjadi bagian dari strategi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kalteng.
(Sya'ban)












