PANGKALAN BUN – Dalam rangka pengendalian dampak inflasi dan menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah, Pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar pasar murah/operasi pasar bersubsidi, kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat Kobar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan usaha kecil menengah (DisperindagkopUKM) Kabupaten Kobar Alfan Khusnaini melalui Kepala Bidang Perdagangan, Suhendra mengatakan kegiatan pasar murah ini sudah dimulai pada akhir bulan Februari 2025, dimana untuk kegiatan pasar murah ini disiapkan 6.720 paket .
“Kegiatan pasar murah bersubsidi ini masyarakat hanya membayar atau membeli per paketnya dengan harga Rp 20 ribu saja , sementara pemerintah daerah mensubsidi sebesar Rp130.000 per paketnya, setiap paketnya masyarakat akan mendapatkan 5 kg beras, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 liter, untuk harga normal satu paket harganya Rp150.000, tetapi masyarakat cukup membayar Rp20 ribu,” kata Suhendra, Rabu 12 Maret 2025.
Suhendra juga menjelaskan kegiatan pasar murah ini di gelar di 6 Kecamatan se kobar dengan sasaran desa/kelurahan. Adapun dari 6.720 paket, untuk Kecamatan Arut Selatan sebanyak 2.500 paket, Kumai 1.100 paket , Pangkalan Banteng 1000 paket ,Pangkalan Lada 1000 paket ,Arut Utara 500 paket dan Kecamatan Kotawaringin Lama 500 paket .
“Hingga saat ini Kegiatan pasar murah baru di laksanakan di Kecamatan Arut Selatan dan Kumai ,setelah itu baru di Kecamatan lainnya , kami harapkan masyarakat untuk bersabar yang jelas kami sudah siapkan semua paket tersebut tinggal pendistribusiannya saja ,” ujar Suhendra.
Menurutnya, dengan adanya pasar murah ini diharapkan masyarakat sebagai penerima manfaat akan terbantu, karena sasaran paket sembako bersubsidi adalah masyarakat kurang mampu yang terdampak inflasi dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok secara berkualitas dan harga terjangkau. (man)












