PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama dalam strategi percepatan pertumbuhan ekonomi tahun 2025.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya membuka aksesibilitas daerah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung sektor ekonomi utama seperti pertanian, industri, dan perdagangan.
Diketahui, angka pertumbuhan ekonomi Kalteng sebesar 4,46 persen di tahun 2024, namun angka tersebut masih di bawah target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024, yaitu 5,80 persen.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Sri Widanarni, menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan saat ini akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pembangunan dan peningkatan beberapa ruas jalan menjadi salah satu prioritas utama untuk membuka isolasi daerah dan mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Kalteng di tahun 2025,” kata Sri Widanarni di Ruang Rapat Bajakan, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat 14 Maret 2025.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga mencakup daerah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
Dengan demikian, masyarakat di wilayah terpencil dapat lebih mudah mendapatkan layanan publik dan peluang ekonomi.
Selain jalan dan jembatan, infrastruktur penunjang lainnya seperti jaringan listrik, telekomunikasi, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan juga menjadi bagian dari program pembangunan pemerintah.
Semua ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) dan daya saing daerah.
Namun, tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur adalah keterbatasan anggaran.
Oleh karena itu, pemerintah berencana menggandeng sektor swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) agar proyek-proyek infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
“Kami akan mengoptimalkan sumber pendanaan dari berbagai sektor, termasuk investasi swasta, untuk memastikan proyek-proyek infrastruktur yang direncanakan bisa terealisasi,” tambah Sri Widanarni.
Dengan adanya fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2025 dapat lebih merata dan berkelanjutan.
Selain itu, aksesibilitas yang lebih baik juga akan mendorong masuknya investasi baru yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
(Sya'ban)












