PULANG PISAU – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina, memastikan bahwa takjil yang dijual di Pasar Ramadhan Kabupaten Pulang Pisau aman dikonsumsi. Hal ini berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan Pulang Pisau dan SAKA POM Pulang Pisau.
“Dari 33 sampel, hasil uji cepat menunjukkan semuanya memenuhi syarat dan bebas dari empat bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi,” kata dr. Pande, Sabtu 15 Maret 2025.
Pengawasan keamanan pangan ini dilakukan melalui tim mobil laboratorium keliling di Pasar Ramadhan yang berlokasi di Terminal Pasar Patanak, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Tim melakukan pengambilan sampel terhadap berbagai jenis pangan siap saji, kemudian mengujinya untuk mendeteksi kandungan boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow, bahan kimia yang sering disalahgunakan dalam makanan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada temuan bahan kimia berbahaya dalam seluruh sampel yang diuji. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren ini menunjukkan peningkatan kesadaran pedagang dalam menggunakan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Dinas Kesehatan dan BBPOM berharap kondisi ini terus dipertahankan demi keamanan konsumen.
Selain melakukan pengujian, tim juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para pedagang. Materi yang disampaikan mencakup Lima Kunci Keamanan Pangan serta bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya dalam makanan. Tujuannya adalah agar pedagang semakin memahami pentingnya menjaga kualitas pangan yang mereka jual.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan masyarakat bisa membeli takjil dengan rasa aman dan nyaman. Selama bulan Ramadhan, konsumsi makanan berbuka puasa meningkat, sehingga pengawasan seperti ini menjadi sangat penting untuk mencegah peredaran makanan yang tidak layak konsumsi.
Dinkes Pulang Pisau dan BBPOM Palangka Raya menegaskan akan terus melakukan pengawasan berkala terhadap pangan yang dijual di pasar. Mereka juga mengajak masyarakat agar lebih teliti dalam memilih makanan, terutama dengan mengenali ciri-ciri makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. (ds)












