PALANGKA RAYA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya buka suara terkait proyek pengaspalan ulang di beberapa ruas jalan utama Kota Palangka Raya, seperti Jalan Ahmad Yani, S. Parman, dan dr Murjani, yang menjadi perhatian masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kalteng, Shalahuddin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan visi-misi Gubernur Kalteng.
Ia juga menambahkan, pembangunan ini tidak hanya soal tambal-sulam jalan, namun mencakup perbaikan yang berkelanjutan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Shalahuddin mengurai bahwa pengelolaan jalan di Palangka Raya terbagi atas tiga kewenangan, yaitu pemerintah kota, provinsi, dan nasional, sehingga koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan proyek-proyek infrastruktur di wilayah ini.
“Kalau kewenangan provinsi, kita di Palangka Raya panjang jalan kurang lebih 39 km termasuk Jalan Arut, Ahmad Yani, Murjani Yos Sudarso, dan G Obos,” ujarnya, Senin 17 Maret 2025.
Dia mengatakan bahwa perbaikan ruas jalan dalam kota Palangka Raya menggunakan konstruksi flexible Pavement dengan lapisan aspal. Dalam manajemen pemeliharaan jalan, setelah dilakukan peningkatan, ada pemeliharaan rutin. Selain itu, dilakukan pula overlay (pelapisan ulang) untuk menjaga kondisi jalan tetap baik.
“Dasarnya, ada perhitungan teknis kita melihat indeks permukaan jalan. Kalau jalan kerikil tajam sudah muncul, nah itu berarti indek permukaan sudah terlampaui,” katanya.
Menanggapi pertanyaan mengenai prioritas perbaikan, seperti mengapa perbaikan dilakukan di Palangka Raya dan bukan di daerah lain seperti Kuala Kurun, Salahudin menegaskan bahwa perbaikan jalan di Kuala Kurun-Palangka Raya juga tetap dilakukan perbaikan.
“Yang disana (Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya) juga sudah kita laksanakan, cuman kan proses pelelangan. Yang sudah selesai itu jalan di dalam kota yang sudah berkontrak kalau tidak salah 10 Februari bulan lalu. DPA kita sejak tanggal 2 Januari 2025,” benernya.
Untuk Kuala Kurun, perbaikan jalan saat ini masih dalam proses, tetapi kontraknya sudah berjalan. Anggaran untuk perbaikan jalan di Kuala Kurun mencapai hampir Rp80 miliar, sementara untuk jalan dalam Kota Palangka Raya dialokasikan sekitar Rp29 miliar.
“tapi kita melihat situasi dengan keadaan ekonomi, dimana prioritas pak gubernur juga sampaikan yang mana yang prioritas, karena kita efisiensi kan,” ungkapnya.
Meski demikian, tidak semua ruas jalan diperbaiki secara total. Beberapa bagian hanya dilakukan flexible Pavement dengan lapisan aspal agar tetap layak digunakan.
(Syauqi)












