KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Senin 17 Maret 2025, kemarin, di Aula Bappelitbangda Kapuas ini digelar secara hybrid, dengan Bupati Kapuas Wiyatno hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.
Musrenbang RKPD 2026 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekda Kapuas Septedy, Plt. Kaban Bappelitbangda Romulus, kepala OPD lingkup Pemkab Kapuas, camat se-Kapuas, serta anggota DPRD baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten.
Dalam sambutannya, Wiyatno menegaskan bahwa Musrenbang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Proses ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menyusun skala prioritas, serta memastikan alokasi anggaran yang tepat agar pembangunan lebih efektif dan berkelanjutan.
Plt. Kepala Bappelitbangda Kapuas, Romulus, Selasa 18 Maret, menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD 2026 disusun berdasarkan regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Menurutnya, agenda ini menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat guna memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan,
“Dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan pembangunan Kapuas ke depan semakin maju dan merata,” ujar Romulus.
Lima fokus utama pembangunan Kapuas pada tahun 2026 meliputi peningkatan ketahanan pangan, pengurangan angka stunting, pemulihan ekonomi, perbaikan infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi. Dari 3.493 usulan masyarakat yang masuk, sebanyak 1.917 telah diseleksi, dengan mayoritas usulan terkait sektor infrastruktur dan ekonomi.
Anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program prioritas ini diperkirakan mencapai Rp 806,6 miliar. Pemkab Kapuas berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk merealisasikan program strategis, seperti perbaikan jalan dalam kota, pembangunan Rumah Sakit Pratama Pujon, serta program ketahanan pangan nasional.(ds)












