PULANG PISAU – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, menegaskan bahwa seluruh dokter di wilayah tersebut wajib memahami tata laksana kasus stunting. Hal ini penting untuk memastikan setiap anak yang mengalami atau berisiko stunting mendapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif.
“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, tenaga medis, terutama dokter, harus benar-benar memahami cara mendeteksi, menangani, dan mencegahnya,” ujar dr Pande, Minggu 23 Maret 2025.
Menurutnya, salah satu faktor utama dalam penanganan stunting adalah pemberian edukasi kepada orang tua tentang pola makan sehat, perawatan anak, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan. “Dokter tidak hanya bertugas mengobati, tetapi juga harus aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting di Pulang Pisau. “Puskesmas dan rumah sakit harus berperan lebih dalam mendampingi keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting,” tambahnya.
Selain itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga medis akan terus dilakukan agar para dokter dan tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar penanganan stunting. “Kami akan terus mengadakan pelatihan serta memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Pulang Pisau juga akan memperkuat program intervensi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta memperluas cakupan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita. “Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menekan angka stunting dan memastikan anak-anak Pulang Pisau tumbuh sehat dan cerdas,” pungkas dr Pande. (ds)












