SAMPIT – Pencarian terhadap seorang nelayan bernama Daramin (69) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus dilakukan oleh tim SAR hingga hari ketiga, Sabtu (9/3). Hingga saat ini, keberadaan Daramin masih belum ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif.
Kepala Basarnas Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, menjelaskan bahwa timnya masih terus menyisir lokasi kejadian dengan mengerahkan personel dan peralatan penyelamatan.
“Tim kami beserta gabungan sar Kotim dan TNI POLRI, beserta BPBD Kotim sudah melaksanakan pencarian. Namun, sampai saat ini di hari ketiga dan hasil masih nihil,” kata Agung, Senin 24 Maret 2025.
Dengan arus sungai yang cukup deras menjadi kendala pencarian sosok nelayan yang tenggelam. Meski demikian pihaknya tetap berupaya melakukan pencarian dengan mencari keberadaan dengan menggunakan drone.
“Untuk kendala dari tim rescue yang ada di lapangan, arus yang cukup lumayan deras dan kami tetap melakukan upaya pencarian dengan melakukan observasi dengan menerbangkan drone,” katanya.
Agung mengatakan kalau hasil observasi menggunakan drone nanti akan disampaikan oleh pihaknya pada setiap sore hari dan mereka akan melakukan titik pencarian dari hasil observasi pada hari ke empat besok.
“Melalui hasil observasi di titik pencarian akan kami lakukan pada esok hari ke empat dan mudah-mudahan target dapat bisa segera ditemukan,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 23.30 WIB, teman korban yang berada tidak jauh dari lokasi, melihat perahu kosong yang hanya berisi alat pencari ikan milik korban. Kejadian tersebut memicu dugaan kuat bahwa korban tenggelam saat sedang menangkap ikan. Teman korban langsung melaporkan kejadian ini kepada keluarga dan warga sekitar.
Keluarga korban bersama warga setempat pun langsung melakukan upaya pencarian secara swadaya sejak malam itu. Namun hingga hari ini, keberadaan korban masih belum diketahui. Situasi ini membuat pihak keluarga meminta bantuan tim SAR untuk turut melakukan pencarian secara lebih intensif dan terorganisir.
(Oktavianto)












