KUALA KAPUAS – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kapuas mengalami perlambatan pada tahun 2024. Berdasarkan laporan yang disampaikan Wakil Bupati Kapuas, Dodo, dalam Rapat Paripurna ke-3 masa sidang II tahun 2025 di DPRD Kapuas, Senin 25 Maret 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut hanya mencapai 4,95 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,71 persen.
Dodo menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya stabil. Selain itu, sektor unggulan seperti pertanian dan perkebunan menghadapi tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga fluktuasi harga komoditas di pasar. “Meskipun menghadapi berbagai kendala, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong investasi,” ujar Dodo.
Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kapuas justru mengalami peningkatan. IPM pada tahun 2024 naik 0,80 poin dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai indeks mencapai 72,98. Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan rasio gini berada di angka 0,309. Angka ini mencerminkan tingkat ketimpangan yang relatif terkendali dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah menilai hal ini sebagai sinyal positif bahwa distribusi ekonomi masih berjalan cukup merata meskipun ada perlambatan pertumbuhan.
Dodo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi. Ia berharap adanya masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak untuk menyusun strategi yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun mendatang. “Kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memperkuat sektor ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Kapuas akan fokus pada peningkatan investasi, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan infrastruktur sebagai langkah strategis untuk kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah optimistis dengan langkah-langkah ini, perekonomian Kapuas dapat kembali mengalami kenaikan di tahun-tahun berikutnya. (ds)












