Terminal di Sampit Tak Lagi Memadai, DPRD Kalteng Desak Pembangunan Terminal Baru

– Kemacetan di Sampit semakin parah! Kondisi Terminal Patih Rumbih yang tidak lagi memadai mendorong Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, H. Sudarsono, untuk mendesak pembangunan terminal baru di Lingkar Utara, Kabupaten Timur (Kotim).

Sebagai wakil rakyat dari Dapil II (Kotim dan ), Sudarsono menegaskan bahwa bus antarkota yang masih beroperasi di dalam kota menjadi salah satu penyebab utama kemacetan. Ia menilai, pembangunan terminal baru bukan hanya solusi mendesak, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan kelancaran transportasi di wilayah tersebut.

Menurutnya, lalu lintas di Kota Sampit semakin padat, sehingga pergerakan bus menjadi sulit, terutama saat harus berputar balik.

“Bus yang masuk ke dalam kota sudah sangat mengganggu lalu lintas di Sampit, yang sekarang sudah semakin padat. Putar baliknya juga sudah susah,” ujarnya saat diwawancarai Berita Sampit, Selasa 25 Maret 2025.

Ia menjelaskan bahwa wacana pembangunan terminal di Lingkar Utara sebenarnya sudah ada sejak tiga tahun lalu.

Namun, rencana tersebut tertunda akibat kendala terkait status lahan yang masih tumpang tindih. Kini, DPRD Kalteng berupaya untuk menindaklanjuti kembali program tersebut.

“Kita ingin menghidupkan kembali wacana terminal antarkota di Lingkar Utara karena tiga tahun lalu sudah ada rencana itu. Hanya saja, saat itu masih terkendala masalah tumpang tindih lahan,” ungkap Sudarsono.

Untuk merealisasikan rencana ini, pihaknya meminta Dinas Perhubungan untuk menelusuri kembali kesiapan lahan yang tersedia di lokasi tersebut.

Jika pembangunan bisa dilakukan, terminal ini akan menjadi solusi jangka panjang bagi sistem transportasi di Kotim.

“Kita tadi meminta Dinas Perhubungan menelusuri lagi seperti apa kesiapan lahan yang ada di Lingkar Utara, supaya bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

baca juga ...  Tomy Irawan: Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Jadi Bekal Penting Masa Depan Anak

Terminal yang direncanakan ini akan berstatus sebagai terminal tipe B. Jika pengelolaannya diambil alih oleh provinsi, maka terminal ini akan menjadi pusat transportasi antarkota yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

DPRD Kalteng berharap program ini bisa segera terealisasi untuk mengurangi kemacetan di dalam kota serta meningkatkan kelancaran transportasi antarkabupaten di wilayah Kotim dan sekitarnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!