Terminal Baru Kotim: Abdul Hafid Desak Dishub Percepat Koordinasi dengan Pemprov

– Rencana pembangunan terminal baru di Kabupaten Timur (Kotim) mendapat sorotan serius. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna mempercepat realisasinya.

Menurut Hafid, keberadaan terminal yang lebih modern dan layak akan menjadi kunci kelancaran transportasi di daerah tersebut. Selain meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat, terminal baru juga diyakini akan mendukung aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan sektor transportasi di Kotim.

“Kami ingin menghidupkan kembali rencana pembangunan terminal antarkota di Lingkar Utara. Tiga tahun lalu, wacana ini sempat ada, tetapi terkendala masalah lahan. Sekarang, kita harus mendorong agar bisa segera direalisasikan,” ujar Hafid saat meninjau penyelenggaraan angkutan Lebaran 1446 Hijriah di Terminal Patih Rumbih, Sampit, Selasa 25 Maret 2025.

Menurut Hafid, kondisi Terminal Patih Rumbih saat ini sudah tidak layak dan sulit dikembangkan. Selain mengalami kerusakan fisik, terminal yang berada di Jalan MT Haryono tersebut tidak memiliki ruang untuk diperluas, sehingga kurang representatif sebagai pusat transportasi darat.

“Lokasinya di tengah kota membuat arus lalu lintas semakin padat. Bus yang keluar-masuk sering menyebabkan kemacetan, terlebih area ini juga merupakan kawasan sekolah. Anak-anak sekolah sering melintas di sekitar terminal, sehingga rawan kecelakaan akibat kepadatan kendaraan,” jelas Politisi PAN ini.

Selain itu, kondisi terminal yang rusak parah, banyak bagian bolong dan tergenang air saat hujan, semakin memperparah situasi. Karena itu, Hafid menilai pembangunan terminal baru menjadi solusi yang mendesak.

Selain faktor keamanan dan kelancaran lalu lintas, Hafid menyoroti potensi ekonomi dari pembangunan terminal baru. Menurutnya, terminal yang lebih besar dan strategis bisa menjadi pusat ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang dan jasa transportasi.

baca juga ...  Anggaran Pilkades Kotim Dipangkas? Ini Penjelasan DPMD Kotim

“Dengan adanya terminal baru yang lebih representatif, akan muncul peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Akan ada peningkatan aktivitas ekonomi, mulai dari warung makan, tempat parkir, hingga jasa angkutan lokal,” katanya.

Oleh karena itu, DPRD Kalteng mendukung penuh pembangunan terminal baru Tipe B di kawasan Lingkar Utara atau Jalan Soekarno. Lokasi ini dianggap lebih strategis karena berada di jalur Trans Kalimantan Poros Selatan, sehingga lebih mudah diakses tanpa mengganggu arus lalu lintas dalam kota.

Hafid, yang merupakan wakil rakyat dari Dapil II (Kotim-), juga menegaskan bahwa Dishub Kotim harus segera berkoordinasi dengan Dishub Kalteng agar proyek ini bisa mendapatkan perhatian dan anggaran yang cukup.

“Terminal baru ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga soal keselamatan masyarakat dan potensi ekonomi daerah. Kami akan mengawal dan memperjuangkan agar rencana ini segera terealisasi,” tegasnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!