Tunjangan Nakes dan Guru Dipangkas, Kebijakan Pemkab Kotim Disorot

IST/BERITASAMPIT - Antrean pasien di RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT – Keputusan Pemkab Timur (Kotim) memangkas tunjangan tenaga dan pendidikan menuai sorotan. Mantan Wakil Ketua DPRD Kotim, H Supriadi, yang aktif dalam Komunitas Peduli Kotim, mempertanyakan kebijakan tersebut.

Di saat masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik, justru dokter dan perawat (nakes) mengalami pemotongan tunjangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kualitas layanan .

“Saya tidak paham kebijakan Pemkab sekarang sampai memotong tunjangan pelayanan publik yang strategis, yakni dan pendidikan,” kata Supriadi, Rabu 2 April 2025.

Ia mempertanyakan apakah ini sengaja membuat Kotim berantakan atau memang ketidaktahuan pejabatnya, baik lembaga DPRD maupun Bupati dan jajarannya.

Dirinya menyoroti tetap adanya penambahan tenaga honorer di tengah kebijakan pemotongan anggaran ini. Menurutnya, DPRD dan Pemda seolah buta terhadap persoalan dan pendidikan masyarakat.

“Alih-alih memangkas anggaran yang tidak penting, justru yang dikorbankan adalah anggaran strategis pelayanan publik seperti tunjangan dokter, tenaga medis, dan tenaga pengajar. Masihkah mereka punya hati nurani untuk kemajuan daerah ini?” tegasnya.

Sementara itu salah satu tenaga di Kotim membenarkan adanya pemotongan anggaran ini.

“Setahu saya tidak hanya tenaga , tetapi semua pegawai ASN Pemkab terkena rasionalisasi anggaran,” ujarnya. (Nardi)

baca juga ...  Rangkaian Acara Mandi Safar, Ratusan Peserta Ikuti Lomba di Ikon Jelawat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!