KUALA KAPUAS – Ratusan kendaraan terjebak antrean panjang di penyeberangan feri Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, saat libur panjang Idulfitri 1446 H / 2025 M. Momen silaturahmi ke kampung halaman berubah menjadi perjuangan panjang di tengah kemacetan mengular yang tak terhindarkan.
Akses menuju daerah pedalaman seperti Terusan Karya masih terkendala minimnya infrastruktur yang layak. Jalur penyeberangan feri yang menjadi satu-satunya akses utama justru menjadi titik kemacetan parah.
Salah satu pengendara, Ardiansyah, Jumat 4 April 2025, mengaku sudah menunggu selama lebih dari tiga jam untuk bisa menyeberang. Ia menyebut antrean kendaraan memanjang hingga beberapa kilometer tanpa adanya petugas yang mengatur arus lalu lintas.
“Antrean ini bisa sampai berjam-jam. Banyak yang mau ke arah Terusan Karya atau sebaliknya, tapi karena tidak ada pengaturan, semuanya jadi kacau,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Mereka menilai keterlambatan pembangunan telah membuat desa mereka terisolasi selama puluhan tahun.
“Momen besar seperti ini seharusnya dinikmati, bukan justru dihabiskan di antrean. Kami butuh perubahan nyata,” tutup Ardiansyah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kapuas, Teras, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kemacetan yang terjadi. Menurutnya, lonjakan volume kendaraan saat libur Idulfitri menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang di area penyeberangan.
“Kami akui ini di luar perkiraan, dan kami akan evaluasi sistem pengaturan di lapangan agar tahun depan tidak terulang,” ujarnya.
Teras juga menambahkan bahwa Dishub akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan personel pengatur lalu lintas serta meninjau kemungkinan penambahan armada feri pada musim libur besar.
“Kami akan dorong solusi jangka pendek dan panjang, termasuk pembenahan infrastruktur penunjang,” tambahnya. (ds)












