SAMPIT – Harapan keluarga dan warga Desa Camba untuk menemukan Daramin (69), seorang nelayan yang hilang di Sungai Mentaya, akhirnya harus kandas. Setelah hampir sepekan pencarian intensif, operasi resmi dihentikan.
Daramin dilaporkan hilang pada Jumat, 21 Maret 2025. Ia terakhir terlihat saat pergi melaut seperti biasanya. Namun, yang kembali hanyalah perahu kecil miliknya, mengambang di sungai dengan barang-barangnya masih tertinggal.
“Sudah di hentikan, sudah lama,” singkat Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, Sabtu 5 Maret 2025.
Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Basarnas Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, setelah dilakukan pencarian dengan berbagai cara namu hasilnya tetap nihil.
“Sesuai dengan Undang-Undang Pencarian dan Pertolongan Nomor 29 tahun 2014. Apabila tanda-tanda korban tidak ditemukan sampai hari ke-7 operasi SAR kita nyatakan tutup,” jelas Anak Agung saat berkunjung ke Sampit beberapa waktu lalu.
Meski pencarian telah dihentikan, harapan belum sepenuhnya pupus. Operasi SAR bisa saja dibuka kembali jika muncul laporan baru terkait tanda-tanda keberadaan korban.
Tim SAR Gabungan yang telah dikerahkan lengkap dengan Rescue Car, Rubber Boat, Drone thermal, dan peralatan canggih lainnya, belum berhasil menemukan petunjuk apapun hingga pencarian dihentikan. Namun, pintu pencarian belum sepenuhnya tertutup setiap indikasi baru bisa jadi titik awal harapan berikutnya.
“Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain Tim Rescue Pos SAR Sampit, Ditpolair Polda Kalteng, Satpolair Polres Kotim, Bhabinkamtibmas Desa Camba, BPBD Kotim, Babinsa Desa Camba, Tagana, PMI, PSC, RTP, Aparat Desa Camba, Keluarga korhan dan warga setempat” pungkasnya.
(Ibra)












