SAMPIT – Libur Idulfitri yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita justru diwarnai musibah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam kurun waktu sepekan, sejak Minggu 30 Maret hingga Senin 7 April 2025, tercatat enam peristiwa kebakaran terjadi di berbagai lokasi di wilayah tersebut.
Kebakaran-kebakaran ini menghanguskan belasan bangunan, baik rumah maupun tempat usaha, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Insiden pertama terjadi pada malam takbiran, Minggu 30 Maret 2025 sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Lampuyang Kecil, Kecamatan Teluk Sampit. Api melahap bangunan dalam waktu singkat, mengagetkan warga yang tengah bersiap menyambut Hari Raya.
Sebuah rumah milik warga bernama Aisyah dengan ukuran 5×8 meter terbakar habis. Petugas dari Pos Sektor Mentaya Hilir Selatan atau Samuda yang menempuh jarak 31 kilometer berhasil memadamkan api meski rumah sudah hangus saat tiba di lokasi.
Kebakaran kedua terjadi pada hari Ketiga Lebaran, Rabu 2 April 2025 pukul 11.00 WIB di Desa Parebok, Teluk Sampit. Berjarak 7 kilometer dari Pos Sektor Samuda, rumah kayu berukuran 6×4 meter milik Johansyah ludes terbakar.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 11.50 WIB, dua rumah di Gang Dadakan, Kelurahan Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, terbakar. Rumah semi permanen milik Sahrani dan Hery hangus dilalap api yang diduga berasal dari bagian belakang rumah. Petugas menyatakan kondisi kebakaran hijau setelah berhasil dipadamkan meski dalam kondisi hujan.
Kebakaran keempat terjadi pada Kamis, 3 April 2025 pukul 09.00 WIB di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Dua bangunan, yakni rumah kayu milik Miming Sugiar dan rumah semi permanen milik Kompi, terbakar. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Selanjutnya, Sabtu, 5 April 2025 pukul 17.00 WIB, kebakaran besar melanda kompleks pemukiman di Jalan Hasan Mansur, Baamang dekat Masjid Al Kamal.
Tiga bangunan milik Maryono terbakar, yakni rumah permanen, toko seserahan, dan gudang kayu berisi barang rongsokan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Kebakaran terakhir terjadi pada Senin, 7 April 2025 pukul 16.21 WIB di kawasan warung PPM Sampit, Kecamatan MB Ketapang. Beruntung, api cepat dipadamkan sehingga tidak sempat membesar.
Rangkaian kebakaran ini menjadi perhatian serius mengingat terjadi di masa libur panjang Idulfitri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Atimaraahini mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
“Lakukan pengecekan rutin instalasi listrik, dan pastikan penggunaan kompor, regulator, selang, serta tabung LPG dalam kondisi aman. Jangan meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan,” pesan Ati.
(Nardi)












