SAMPIT – Akses utama warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian memprihatinkan. Hujan yang terus mengguyur dalam beberapa waktu terakhir membuat kondisi jalan semakin rusak parah, menyulitkan aktivitas warga.
Kepala Desa Terantang, Aswadi, mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat.
“Ya. Salah satu akses jalan utama. Tembus ke daerah Cempaka, dan di musim hujan ini semakin bertambah parah,” kata Aswadi, Rabu 9 April 2025.
Menurutnya dengan rusaknya akses jalan utama Cempaka-Terantang itu membuat warga menjadi kesulitan, hal itu dikarenakan jalan yang sering dilewati oleh para petani seperti buah kelapa sawit.
“Terutama transaksi petani pekebun yang mengangkut hasil kebun seperti buah sawit dan yang lain-lainnya,” ungkapnya.
Pemeliharaan jalan sepanjang 65,5 km yang melintasi tiga kecamatan Cempaga, Seranau, dan Pulau Hanaut diketahui telah dimulai sejak 22 Maret 2024 lalu. Saat itu, progres perbaikan disebut-sebut telah mencapai 40 persen dan kondisi jalan dinilai sudah mulai fungsional.
Namun, hingga kini kondisi jalan justru semakin memburuk. Terutama saat musim hujan tiba, kerusakan bertambah parah dan menyulitkan warga yang melintas. Genangan air dan jalan berlumpur menjadi pemandangan sehari-hari.
Warga hanya bisa berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
(Oktavianto)












