SAMPIT – Perjalanan menuju masa depan justru berakhir tragis bagi Riski Adi Saputro (29), seorang penumpang KM Dharma Ferry VI milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Diduga mengalami tekanan batin, pria asal Surabaya itu nekat menceburkan diri ke laut saat kapal memasuki Muara Teluk Sampit, Selasa pagi 15 April 2025.
Informasi awal diterima sekitar pukul 07.45 WIB dari Kantor SAR Sampit. Peristiwa ini terjadi saat kapal yang tengah berlayar dari Surabaya menuju Sampit melintasi koordinat 03°09.753′ LS dan 113°06.196′ BT. Lokasi tepatnya berada di perairan Muara Teluk Sampit.
Menurut Kasat Polairud Polres Kotim Iptu Risky Hidayah Harapan bahwa kini pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pelayaran dan telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian usai menerima informasi tersebut dari PT DLU.
“Kita telah berkoordinasi dan personel sudah diterjunkan ke lokasi tergabung dalam tim gabungan,” kata Risky saat dikonfirmasi.
Diketahui bahwa korban akan bekerja di Kotawaringin Timur bersama dua orang lainnya yang dikenal korban dari Surabaya setelah mendapatkan tiket yang dibeli oleh relasinya di Sampit.
“Mereka bertiga tidak saling kenal, mereka bertemu di Surabaya, sejauh ini tidak ada unsur tindakan kriminal dan saat ini proses pencarian sedang berlangsung,” tegasnya.
Dari informasi, bahwa kedua teman korban berinisial AI dan MZ telah diperiksa oleh otoritas pelayaran yaitu KSOP sejak pukul 10.00 WIB dan telah melanjutkan perjalanan darat untuk bekerja setelah selesai diperiksa.
Sebelumya, sekitar pukul 05.25 WIB kapal berlabuh di Muara Sampit menunggu air pasang pada koordinat 03°09.753′ S. 113°06.196'E.
Saat itu Kapal pada posisi manuvere speed persiapan masuk alur Muara Sampit, petugas cleaning yang akan membersihkan anjungan melaporkan bahwa ada satu orang penumpang jenis kelamin laki-laki loncat ke laut dari kapal.
Setelah menerima informasi tersebut Kapten kapal stop mesin dan persiapan manouvere untuk pencarian korban.
Setelah dilakukan pencarian dengan memutari area korban jatuh dan sekitarnya sebanyak lima kali putaran akan tetapi korban belum ditemukan.
Selanjutnya sekitar pukul 06.15 WIB kapal tersebut memutuskan melanjutkan pelayaran menuju Sampit sehubungan dengan kondisi air yang telah pasang.
Tim gabungan SAR, TNI AL Pos Samuda, Pos Airud Samuda dan KSOP Sampit dan BPBD Kotim telah berangkat untuk menuju lokasi pencarian dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
(Jimmy)












