PALANGKA RAYA – Desa tak lagi sekadar unit pemerintahan terendah. Bagi Sirajul Rahman, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, desa adalah pusat denyut kehidupan, tempat budaya dan ekonomi lokal bertumbuh, dan sekaligus medan paling nyata bagi perjuangan mewujudkan keadilan pembangunan.
“Desa adalah tempat bermula. Di sanalah akar budaya, ekonomi, dan nilai-nilai masyarakat kita tumbuh. Jika desa kuat, daerah juga akan kokoh,” kata Sirajul di Palangka Raya, Selasa, 15 April 2025.
Namun harapan itu, kata dia, masih menemui tantangan. Ketimpangan antarwilayah, khususnya di pedesaan, masih menjadi kenyataan sehari-hari.
Infrastruktur tak merata, layanan publik terbatas, dan akses ekonomi yang timpang masih menjadi pekerjaan rumah lama yang belum tuntas.
“Pemerataan pembangunan bukan hanya soal keadilan, tapi juga tentang memberikan harapan. Masyarakat desa berhak merasakan kemajuan yang sama dengan masyarakat kota,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.
Sebagai anggota legislatif yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Sirajul melihat pembangunan desa bukan sekadar proyek teknokratik, melainkan harus lahir dari pemahaman dan empati terhadap kebutuhan warga. Ia menolak pendekatan pembangunan yang bersifat top-down dan mengabaikan suara warga desa.
“Kita harus menyentuh pembangunan dari hati. Dengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan sekadar apa yang ingin kita programkan,” ucapnya.
Ia pun mengajak semua elemen, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat sipil untuk bersinergi dalam memperkuat fondasi desa.
Kolaborasi yang tulus, kata Sirajul, adalah kunci agar pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tapi menyebar merata hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
Sirajul menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi desa–desa, terutama yang terletak jauh dari pusat pemerintahan. Ia tak ingin ada lagi desa yang merasa terpinggirkan atau hanya jadi objek dalam wacana pembangunan.
“Kalau kita bicara tentang masa depan Kalimantan Tengah, maka kita harus memulainya dari desa,” tutupnya.
(Sya'ban)












