PALANGKA RAYA – Warga Jalan Tilung III dan IV, Kelurahan Menteng, Palangka Raya, akhirnya angkat suara dengan cara tak biasa. Setelah 24 tahun jalan mereka rusak tanpa perbaikan, warga memilih menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol protes keras terhadap pemerintah kota yang dianggap tutup mata.
Aksi simbolik ini dilakukan bukan tanpa alasan. Ketua RT 06/RW 11, Nopriadi, menyebut langkah ini sebagai wujud kekecewaan dan frustrasi warga.
“Penanaman pohon pisang ini wujud kekecewaan kami karena sepertinya pemerintah tidak memperhatikan. Karena seperti di daerah pelosok yang kami lihat terjadi pengaspalan, tetapi kenapa di tengah-tengah kota seperti Jalan Tilung III dan IV ini tidak ada sama sekali ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya, Kamis 17 April 2025.
Ia mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun, warga hanya bisa mengandalkan swadaya untuk menimbun lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan. Sebelum melakukan aksi protes, warga bahkan sempat melakukan kerja bakti dan penimbunan dengan tanah retakan.
“Karena dari tahun 2000 ini jalan ini sangat memperihatinkan banyak sekali Lubang dan masyarakat di sini swadaya untuk melakukan penimbunan,” katanya
Nopriadi juga mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan kepada pihak berwenang, namun belum juga ada tindak lanjut konkret. Ia menyebutkan, meski sudah ada perbaikan kecil, hasilnya tak pernah bertahan lama.
“Tetapi perbaikan tidak terlalu maksimal karena setiap kali kita menimbun ada tiga sampai 10 ret (tanah) kita timbun juga hilang. Jadi kayak percuma, sia-sia hasil timbunan kita tergerus oleh air hujan ke selokan,” ujarnya.
Meski kecewa, warga disebut tetap beraktivitas seperti biasa. Namun, pihak RT akan terus mengusulkan agar perbaikan jalan bisa segera direalisasikan.
(Syauqi)












