KUALA KAPUAS – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Yan Marto memastikan kesiapan lahan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Batuah seluas 10 hektar sudah dalam status “clear and clean” dan siap untuk dipresentasikan kepada Kementerian Sosial RI pada 21 April 2025 mendatang.
Pernyataan ini disampaikan Yan Marto dalam Rapat Persiapan Perkembangan Sekolah Rakyat Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Rujab Bupati Kapuas, dan dipimpin langsung oleh Bupati HM. Wiyatno, Kamis, 17 April.
Menurutnya, selain kesiapan lahan, pihaknya juga tengah menyusun dokumen dan data pendukung sebagai bagian dari tahapan penting sebelum presentasi program strategis nasional di tingkat pusat. “Kami pastikan semua dokumen administratif dan teknis akan siap tepat waktu,” kata Yan.
Dijelaskan Yan, untuk tahun 2025, program Sekolah Rakyat akan dibangun di 100 titik se-Indonesia. Kabupaten Kapuas menjadi salah satu dari empat kabupaten di Kalimantan Tengah yang telah mengajukan proposal, bersama dengan Pulang Pisau, Gunung Mas, dan Katingan.
Dia menyebutkan, Pemkab Kapuas hanya bertanggung jawab atas pembebasan lahan dan akses jalan, sementara seluruh fasilitas pendidikan akan dibangun oleh pemerintah pusat. SR juga akan melayani pendidikan setingkat SD, SMP, dan SMA.
Untuk rekrutmen tenaga pengajar, Yan menyatakan prosesnya akan melibatkan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Riset RI serta pemerintah daerah. “Kami ingin memastikan kualitas pengajar yang terlibat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa,” tambahnya.
Ia berharap dengan dukungan semua pihak, Sekolah Rakyat di Kabupaten Kapuas dapat menjadi model pembangunan pendidikan berbasis masyarakat yang sukses di Kalimantan Tengah. (ds)












