Teknologi Semakin Berkembang Tapi Cari Kerja Semakin Susah

PANGKALAN BUN – Teknologi pada era sekarang ini telah banyak menciptakan berbagai lapangan pekerjaan, yang diproduk melalaui revolusi digital yang bisa membuahkan inovasi baru bagi lapangan pekerjaan. Tapi untuk mencari pekerjaan di Kabupaten Barat (Kobar) susah, padahal sejumlah perusahaan besar kini semakin banyak khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Hal tersebut dikatakan Awi Arnas, warga kawasan Stadion Sampuraga Pangkalan Bun.

Menurut dia, para pekerja di berbagai Perusahaan, khususnya pekerbunan kelapa sawit kebanyakan dari Jawa, kalau warga asli daerah justru bekerja di luar Kabupaten Kobar, atau di beberapa kota di Pulau Jawa.

“Ada pula warga asli daerah yang bekerja di perkebunan kelapa sawit, tapi tidak mendominasi. Kebanyakan mereka memiliki koneksi khusus,“ kata Awi, saat dibincangi Berita Sampit, Jumat 18 April 2025 dikediamannya Jalan Hasanudin Gang Damai No. 10 Pangkalan Bun.

Dikatakan Awi, dari pengalaman ia dapat bekerja sebagai driver truck pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) di salah satu perkebunan karena melalui teman.

“Jadi saya baru tahu apa maksudnya kalau melamar pekerjaan harus memiliki koneksi. Jawabannya kata orang perusahaan, agar yang bersangkutan, setelah bekerja kemudian melakukan hal-hal yang negative, bisa dipertanggungjawabkan oleh koneksivitasnya,“ kata Awi.

Dikatakan pria jebolan SMA Kiai Gede Pangkalan Bun tahun 1993 ini bisa bekerja sebagai driver mengangkut TBS saat habis kontrak, untuk mencari kerja keperusahaan lain sangat sulit kalau tidak memiliki koneksi.

“Saat habis kontrak kerja di perusahaan kebun sawit saya mengadu nasib mencari pekerjaan di  Semarang Jawa Tengah, malah tambah sulit. Setelah dua bulan di Kota Lumpia, terpaksa saya mudik lagi ke Pangkalan Bun,“ ujar Awi.

Ditambahkan Awi perjalanan pengalamannya bisa bekerja sebagai driver di perusahaan perkebunan sawit, diawali pada tahun 2014 saat dirinya sebagai peserta Relly Kejuaraan Indonesia Off-Road Federsation (IOF) Pangkalan Bun-Lamantuha, saat pengukuhan berdirinya Kobar. Dengan Mobil Suzuky Cary ia berhasil  Meraih Juara 2. Tahun 2016 sempat bergabung ke IOF Batam di Kepulauan Riau.

baca juga ...  Profil Polsek Pangkalan Banteng: Meski Personel Terbatas Siap Mengkafer Semua Kegiatan

“Karena jauh, beberapa bulan kemudian saya balik ke Pangkalan Bun dan ada teman yang membantu bekerja di perkebunan kelapa sawit. Yah lumayan sebagai driver pengangkut TBS. Sekarang saya mencari lagi pekerjaan, karena hoby saya mengemudi motor roda empat dan bisa mengutak-ngatik mesinnya. Melalui informasi ini siapa tahu ada yang bisa membantu saya kembali jadi driver,“ pinta Awi.

Ia pun berpesan kepada generasi muda milenial untuk memiliki keahlian yang mendalam, dan berfokus kepada satu pekerjaan.

“Walaupun pekerjaannya rendah, atau hanya sebagai ASN tekuni dan syukuri, jangan berpindah-pindak pekerjaan,” pesannya.

Diakui Awi Arnas, bahwa setiap orang memiliki tujuan karir yang berbeda-beda. Mungkin ada yang lebih suka berpindah-pindah tempat bekerja, untuk mencari pengalaman baru dan tantangan yang berbeda.

“Tapi cenderung orang yang sering pindah-pindah kerja, kurang sukses. Sebaliknya bagi orang yang ulet dan tekun bekerja disatu bidang banyak yang sukses. Hal ini setelah saya melihat salah seorang pengusaha sukses warga Pangkalan Bun. Awal usaha bisnis dari kecil-kecilan, sekarang sudah jadi pengusaha besar nomor satu di Kalteng. Tidak usah disebutkan namanya warga Kalteng sudah pada tahu,“ pungkas Awi Anas. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!