SAMPIT – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam acara silaturrahim dan halal bihalal yang digelar Keluarga Besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu, 20 April 2025, di Masjid Al Muhajirin, Jalan A. Yani, Sampit.
Tak sekadar temu kangen, acara ini juga diisi dengan tausiah inspiratif dari Prof. H. Normuslim, Guru Besar UIN Palangka Raya. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat isu-isu penting yang relevan dengan kehidupan sehari-hari umat Islam, mulai dari bahaya fitnah, pentingnya menjaga aib sesama, hingga kewajiban melunasi utang sebelum wafat.
Lebih jauh, Prof. Normuslim juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat semangat dakwah di tengah dinamika zaman.
“Zaman sekarang berbeda dengan beberapa waktu lalu. Sekarang media sosial sangat berpengaruh, termasuk dalam pelajaran agama. Jangan sampai terjerumus dalam ajaran yang salah,” pesan Prof Normuslim dalam tausiahnya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kotim, Livenur Hasby, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus mempererat dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kita jadikan momen halal bihalal ini sebagai wadah untuk saling memaafkan, membangun keikhlasan, dan memperkuat sinergi antar sesama warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya,” ujarnya.
Livenur juga menyebutkan bahwa kegiatan hari ini menjadi momentum bersejarah bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk mengembangkan sayap dan mengonsolidasikan seluruh pimpinan cabang agar bersatu dan saling menguatkan.
“Kita perkuat hubungan dengan tokoh masyarakat agar terjalin dengan baik. Kita bisa terus mengembangkan dakwah melalui dewan cabang Muhammadiyah yang sudah terbentuk. Muhammadiyah harus terus memberikan pengaruh positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi Muhammadiyah yang tangguh dan harus ada yang mendampingi untuk turun ke masyarakat.
“Saat Safari Ramadan adalah salah satu upaya kita turun ke beberapa titik untuk mensosialisasikan tentang Muhammadiyah itu sendiri. Kita terus berupaya menata kehidupan di masyarakat secara benar,” tambahnya.
(Nardi)












