PALANGKA RAYA – Suasana hangat memenuhi sebuah ballroom di Palangka Raya ketika Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, berdiri di podium kecil. Namun yang ia sampaikan bukan sekadar pidato resmi. Di hadapan peserta Rapat Koordinasi Daerah Koperasi Merah Putih, Edy meniupkan semangat perjuangan ekonomi rakyat.
Dari forum ini, Kalimantan Tengah mengirimkan pesan kuat: koperasi adalah alat perjuangan, bukan hanya lembaga. Sebuah langkah nyata untuk membumikan kembali semangat gotong royong di tengah arus individualisme ekonomi.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar lembaga ekonomi. Ia adalah perwujudan dari semangat gotong royong, persaudaraan, dan kemandirian bangsa,” kata Edy, Selasa, 29 April 2025, di Alltrue Hotel, Palangka Raya.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah sebagai forum strategis memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam membangun model koperasi yang lebih terintegrasi dan akuntabel.
Menurut Kepala DiskopUKM Kalteng Norhani, rakorda ini juga menjadi ajang untuk menginventarisasi permasalahan koperasi di kabupaten/kota dan meningkatkan kontribusi koperasi dalam perekonomian lokal.
Edy tidak menutupi realitas. Dari 3.782 koperasi yang tercatat hingga akhir 2024, hanya 2.897 yang aktif. Sisanya, 885 unit, mati suri, entah karena tak mampu bertahan, atau kehilangan relevansi.
“Kita punya dua pilihan utama. Menghidupkan kembali koperasi ini dengan semangat baru, atau membubarkannya secara sah dan bertanggung jawab,” ujarnya tegas.
Namun semangat Rakorda ini adalah menghidupkan, bukan mematikan. Dalam pandangan Edy, koperasi Merah Putih harus tampil sebagai garda depan ekonomi kerakyatan: adil, inklusif, dan berbasis solidaritas.
Ia menyebut semangat Merah Putih sebagai lambang perjuangan, kebersamaan, dan cinta tanah air yang harus tercermin dalam praktik ekonomi.
“Kita ingin koperasi yang modern, transparan, dan akuntabel. Tapi itu hanya bisa dicapai jika seluruh SOPD saling bergandengan tangan dan bekerja dari hati,” tutupnya.
Rakorda ini diharapkan menjadi titik balik arah pembangunan koperasi di Kalimantan Tengah, dari statistik menjadi gerakan, dari angka menjadi semangat.
(Sya'ban)












