PALANGKA RAYA – Sore yang hangat di jantung Kalimantan Tengah disambut langkah ringan Gubernur H. Agustiar Sabran yang baru saja menyelesaikan olahraga santainya di Bundaran Besar, Sabtu 3 Mei 2025. Namun, bukan hanya keringat yang ditinggalkannya Gubernur Agustiar membawa semangat baru untuk membangun Kalteng: kolaborasi tanpa sekat.
Tanpa protokol yang kaku, Agustiar berjalan santai ke halaman depan rumah dinasnya. Di sana, puluhan kursi sudah tersusun, bukan untuk upacara formal, tapi untuk sebuah forum terbuka. Pejabat, wartawan, hingga tokoh masyarakat duduk sejajar, tanpa jarak status, mendengarkan dan menyampaikan aspirasi mereka.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa masa depan Kalimantan Tengah harus dibangun bersama.
“Kita harus bekerja bersama. Pemerintah tidak bisa sendiri. Pers, masyarakat, semua harus dilibatkan,” ucapnya. Suaranya tenang, tapi tegas.
Gubernur menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan media.
Bagi dia, media bukan hanya alat penyampai informasi, tapi mitra strategis dalam pembangunan daerah. “Kalau ada kritik, sampaikan. Tapi mari juga beri solusi. Kita satu tujuan,” ujarnya.
Wakil Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari yang hadir dalam kegiatan itu menyebut gaya kepemimpinan Agustiar sebagai refleksi pemimpin masa kini, terbuka, partisipatif, dan inklusif.
Turut hadir pula Plt Sekda Leonard S. Ampung, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Norhani.
Norhani, yang ikut jogging bersama Gubernur, menyambut positif pendekatan informal ini. “Kegiatan seperti ini membuat komunikasi jadi cair. Ide-ide bisa langsung disampaikan tanpa formalitas berlebihan,” katanya.
Sore itu, di bawah langit Palangka Raya yang mulai meredup, suasana terasa ringan tapi sarat makna.
Tak ada sekat antara pemimpin dan rakyat, tak ada protokoler yang membatasi ruang diskusi. Hanya semangat bersama untuk membawa Kalteng lebih baik.
(Sya'ban)












