Langkah Panjang dari Penjual Es ke Kursi Gubernur

IST/BERITASAMPIT - Gubernur , H. Agustiar Sabran, berdialog hangat dengan siswa SMA Negeri 1 Kuala saat kunjungan kerja, Rabu pagi, 7 Mei 2025.

– Rabu pagi, 7 Mei 2025, belum terlalu terik ketika iring-iringan kendaraan Gubernur , H. Agustiar Sabran, memasuki halaman SMA Negeri 1 Kuala .

Suasana sekolah mendadak semarak, bukan karena lomba atau acara seremonial, melainkan karena sebuah kunjungan yang membawa lebih dari sekadar sambutan pejabat: kunjungan yang membangkitkan semangat.

Di hadapan puluhan siswa yang duduk rapi di aula sekolah, Gubernur Agustiar tak berbicara dengan nada birokratis. Ia tidak membawa naskah panjang atau jargon pembangunan.

Ia hanya bercerita tentang hidup, tentang perjuangan, dan tentang jalan panjang yang harus ditempuh untuk sampai di tempatnya berdiri sekarang.

“Sebelum jadi gubernur, saya pernah jual es, jual kue, jual kayu api. Saya bahkan pernah jalan kaki hampir 300 kilometer,” katanya, disambut tatapan tertegun para siswa.

Ia menyebut masa mudanya sebagai masa penuh peluh dan harapan. Jarak lima kilometer ia tempuh setiap hari demi bisa sampai ke sekolah. Tak ada kendaraan, tak ada fasilitas istimewa. Yang ia punya hanyalah tekad dan doa.

“Hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Tapi kita harus rajin belajar, punya semangat, dan jangan lupa, berbakti pada orang tua,” ucapnya, suaranya mengandung tekanan lembut yang membekas.

Cerita Gubernur hari itu lebih terasa seperti kisah seorang kakak kepada adik-adiknya. Tak menggurui, tapi menginspirasi. Tak memerintah, tapi menggerakkan. Dan di tengah kisah-kisah perjuangannya, ia menyisipkan pesan sederhana: bersyukur atas proses.

“Kalau hidup tidak dilalui dengan proses, kebahagiaannya cepat hilang. Proseslah yang membentuk kita jadi orang kuat,” ujarnya, menutup kisahnya dengan senyum.

Di sisi Gubernur, sang istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, turut menyampaikan motivasi.

baca juga ...  Gubernur Agustiar Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan

Ia berbicara dengan suara hangat kepada para pelajar, menyemangati mereka agar berani bermimpi dan percaya diri mengejar masa depan. “Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau belajar,” katanya.

Kunjungan itu tidak hanya berhenti di kata-kata. Secara simbolis, Gubernur dan Ketua TP-PKK menyerahkan bantuan alat tulis dan perlengkapan kepada siswa SMA Negeri 1 Kuala . Sebuah dukungan nyata, sebagai penyemangat di tengah perjalanan pendidikan mereka.

Hadir pula dalam kunjungan itu Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Kalteng, Bupati H. Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Dodo, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Tapi hari itu, yang paling kuat bukanlah kehadiran pejabat melainkan semangat yang ditinggalkan.

Dan ketika rombongan kembali meninggalkan sekolah, mereka tak hanya meninggalkan jejak kendaraan di halaman, tapi juga nyala kecil di hati para siswa: bahwa mimpi bisa digapai, sejauh dan seberat apa pun jalan yang harus ditempuh.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!