Gara-Gara Surat Kehilangan, Paman Hajar Ponakan hingga Lebam di Sampit

IST/BERITASAMPIT - Foto ilustrasi.

SAMPIT – Hanya karena sepucuk surat kehilangan, suasana tenang di sebuah warung sayur di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, mendadak berubah jadi arena kekerasan. Seorang paman tega melayangkan pukulan ke wajah keponakannya sendiri, Novi Lestari, hingga lebam, Selasa, 6 Mei 2025.

itu bermula saat Novi tengah beristirahat setelah menagih uang dagangan di pasar. Tanpa diduga, sang paman datang menghampiri dengan emosi meluap. Ia langsung menyeret percakapan ke topik sensitif: surat kehilangan laporan polisi. Belum sempat Novi menjawab, kerudungnya diremas, dan pukulan mendarat telak di tubuhnya.

Korban pun hanya bisa pasrah menerima amukan sang paman, yang seolah kehilangan kendali.

“Tiba-tiba paman saya datang ke lokasi, dan dia ngomong siapa yang buat laporan kehilangan, dan saya jawab kalau itu saya kemudian ia melepas kacamata saya dan memukul jidat saya,” kata Novi, Selasa, 7 Mei 2025.

Pemukulan terjadi sebanyak tiga kali, dua pukulan diantaranya berhasil ditepis oleh korban, namun pada pukulan terakhir telak mengenai jidat Novi.

Setelah terjadinya penganiayaan keduanya saling beradu mulut mempermasalahkan soal alasan dibuatnya laporan surat kehilangan tersebut.

“Habis dipukulnya, saya langsung menjauh dan kami saling adu mulut membahas banyak hal,” ujarnya.

Karena merasa takut akan terjadi pemukulan atau bahkan tindakan yang lebih daripada itu, Novi menghubungi kenalannya yang merupakan seorang pengacara meminta petunjuk untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

“Saya menghubungi pengacara dan diarahkan untuk melapor ke Polres Kotim dan saya laporkan kejadian itu hari itu juga,” ucapnya.

Kemudian petugas piket kepolisian mengarahkan untuk dilakukan visum di rumah sakit dr Murjani Sampit karena pukulan meninggalkan bekas lebam di area jidat korban.

baca juga ...  Satgas TMMD ke-127 Kodim 1015/Sampit Fokus Bangun Infrastruktur dan Kuatkan Ketahanan Sosial Desa

“Sudah visum kemarin. Namun, hasilnya sampai saat ini masih belum keluar juga,” ungkapnya.

Novi mengaku tak pernah berselisih dengan pamannya sebelumnya. Hubungan mereka baik-baik saja, hingga sebuah laporan kehilangan surat tanah mengubah segalanya.

Tanpa diduga, sang paman tiba-tiba naik pitam dan memukul Novi.

Surat yang dimaksud adalah surat tanah milik orang tuanya, yang hilangnya baru saja ia laporkan ke kepolisian.

(Oktavianto)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!