PALANGKA RAYA – Langit Palangka Raya cerah pagi itu, saat suara cangkul dan doa menandai dimulainya sesuatu yang lebih dari sekadar bangunan fisik.
Di belakang kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah, Kamis, 8 Mei 2025, Gubernur H. Agustiar Sabran bersama Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin peletakan batu pertama pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dapur ini bukan sembarang dapur. Ia adalah bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk menjawab salah satu tantangan terbesar bangsa: gizi anak sekolah.
Di Kalimantan Tengah, dapur-dapur semacam ini akan menjadi titik temu antara negara dan masa depan, antara kebijakan nasional dan kebutuhan dasar generasi muda.
“Polri mempunyai kewajiban mendukung program pemerintah,” ucap Kapolda Kalteng dalam sambutannya.
Dengan nada tegas namun hangat, ia menekankan peran institusinya sebagai perpanjangan tangan negara dalam memastikan bahwa program MBG berjalan di level paling nyata di tengah masyarakat.
Kapolda menyebutkan bahwa di Kalteng, tiga dapur direncanakan berdiri. Selain di Palangka Raya, dua lokasi lain yang disiapkan adalah di Kabupaten Gunung Mas dan satu lokasi lain yang masih dalam tahap penentuan. “Kami berharap dapur ini bisa segera rampung dan langsung beroperasi,” katanya.
Gubernur Agustiar Sabran, yang turut hadir dalam prosesi itu, menyambut penuh semangat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami sangat mengapresiasi inisiatif Polda dalam membangun dapur ini,” ujarnya kepada para wartawan.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek dapur MBG ini merupakan langkah konkret menghadirkan keadilan sosial dari piring makan anak-anak sekolah.
“Ini adalah program Bapak Presiden, dan kita wajib mendukung. Semoga kabupaten lain juga bisa segera membangunnya,” katanya.
Dengan target 5.000 dapur beroperasi secara nasional hingga akhir tahun 2025, negara menunjukkan keseriusannya menyentuh langsung kebutuhan paling dasar masyarakat.
Peletakan batu pertama itu juga dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah dan seluruh unsur pimpinan Polda Kalteng.
Mereka berdiri di tanah yang belum diratakan sepenuhnya, dengan latar tenda putih sederhana dan papan proyek yang baru saja ditegakkan.
Sebuah awal yang sederhana namun penuh harap. Dari dapur ini, gizi disalurkan, generasi dibentuk, dan kehadiran negara dirasakan lebih dekat dari sendok ke hati.
(Sya'ban)












