Menyusun Peta Pembangunan dari Balik Meja: Pra Rakordalev Triwulan I

IST/BERITASAMPIT - Suasana saat berlangsungnya Pra Rakordalev Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Triwulan I Tahun 2025 di Aula Bapperida Provinsi , Kamis pagi, 8 Mei 2025.

– Di sebuah aula yang sederhana namun strategis di jantung kantor Bapperida Provinsi , langkah-langkah kecil menuju pembangunan jangka panjang mulai dirancang ulang.

Kamis pagi, 8 Mei 2025, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalteng, Sri Widanarni, memimpin sebuah forum penting: Pra Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Triwulan I Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Suasana dalam ruangan cukup hening saat Sri Widanarni memulai sambutannya. Kalimatnya mengalir tegas namun bersahaja, menggarisbawahi pentingnya data sebagai fondasi dari setiap evaluasi dan rencana pembangunan ke depan.

“Evaluasi ini penting agar kita tahu seberapa dekat atau jauh kita dari target yang telah ditetapkan dalam RPJMD maupun RKPD,” ujarnya, sembari sesekali menatap lembaran data capaian yang sudah dihimpun.

Pra Rakordalev kali ini menjadi momentum awal untuk menyelaraskan data antara kondisi per akhir Maret dan kondisi terkini per 5 Mei 2025.

Tidak sekadar mencatat angka, forum ini menjadi ruang berpikir bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tentang capaian-capaian yang masih perlu dikejar.

Di balik angka dan grafik yang dibahas, ada program prioritas besar yang kini tengah dirumuskan: Program Huma Betang, yang dijadikan sebagai tulang punggung pembangunan Kalteng lima tahun ke depan.

“Program ini butuh komitmen bersama, bukan hanya dari provinsi, tapi juga dari seluruh kabupaten/kota. Kita butuh dukungan data yang akurat agar Huma Betang tidak hanya jadi nama, tapi menjadi kenyataan,” kata Sri dengan suara yang tak meninggi, tapi cukup kuat untuk menegaskan arah kebijakan.

Rapat itu juga menandai perhatian serius pada sektor-sektor kritis seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan stunting, pengurangan kemiskinan, pendidikan, , hingga penguatan sektor pertanian dan perikanan.

baca juga ...  Jual Beras Premium Tak Sesuai Standar, Warga Palangka Raya Terancam 5 Tahun Penjara

“Saya minta saat desk data nanti, beri perhatian khusus pada capaian sektor-sektor ini,” tandas Sri, memberi penekanan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

Dari sisi teknis, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida, Fredy Darinton, menjelaskan bahwa tujuan utama forum ini adalah menyusun peta capaian kinerja secara faktual.

“Kita butuh gambaran yang utuh, tidak hanya dari APBD, tapi juga dari dana pusat, DAK, Dana , dan lainnya,” katanya dalam laporan pembuka.

Selama dua hari ke depan, forum ini akan menjadi arena diskusi intens. Bukan debat, melainkan pertukaran gagasan berbasis data.

Hasilnya tak hanya menjadi bahan laporan, tapi menjadi pijakan konkret bagi pembangunan Kalteng yang lebih terarah dan terukur.

Di luar aula, mungkin tak banyak yang tahu bagaimana pembangunan dirumuskan. Tapi dari ruang-ruang seperti ini, masa depan disusun satu angka, satu strategi, dan satu kesepahaman pada satu waktu.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!