Teror Maut Sebelum Kematian: Dua Pria Bersenjata Datangi Rumah Jaka, Ancam Akan Bunuh

IST/BERITASAMPIT - Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus kematian Jaka.

SAMPIT – Misteri kematian tragis Jaka (17), pemuda asal Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Timur (Kotim), semakin menyeramkan. Beberapa hari sebelum ditemukan tewas, Jaka rupanya sempat mendapat ancaman pembunuhan langsung di depan rumah keluarganya.

Sang ayah, Rustam, mengungkapkan bahwa pada Rabu, 15 Januari 2025, dua pria berinisial Ul dan Us datang dengan penuh amarah ke rumah mereka. Salah satunya membawa parang, sementara yang lain menggenggam balok kayu jelas bukan kunjungan biasa. Mereka menanyakan keberadaan Jaka dengan nada mengancam, membuat keluarga ketakutan.

“Rabu malam, dua orang datang membawa parang dan mengamuk dirumah sambil mengancam kami,” kata Rustam, Jumat 19 Mei 2025.

Takut dengan ancaman oleh Ul, Rustam dan juga istrinya kabur dari dapur rumahnya dengan cara berenang ke arah rumah adiknya.

“Istri saya pertama berenang ke rumah adik saya lewat dapur, kemudian saya yang takut karena dia membawa parang saya juga kabur lewat dapur dengan berenang,” katanya.

Kemudian Ul dan Us mengambil pakaian milik Jaka dengan di bungkus menggunakan karung gabang.

Pagi itu, Kamis 16 Januari 2025, suasana di rumah Rustam mendadak tegang. Adik dari UI tiba-tiba muncul dengan kabar mengejutkan: Jaka diminta untuk tidak pulang dulu. Alasannya mengerikan Ul dan Us dikabarkan tengah mencari kesempatan untuk menghabisi nyawanya.

Ketegangan memuncak saat siang harinya Ul datang sendirian. Dengan mata penuh amarah dan tangan menggenggam balok kayu, ia mendesak Rustam memberi tahu keberadaan Jaka.

“Siangnya dia datang lagi sendirian, memukul dinding dan mengatai kalau saya sekongkol mencuri dengan almarhum. Sedangkan saya tak tahu apa-apa,” ujarnya.

Namun, ketika Rustam menanyakan apa permasalahan Ul mencari Jaka dengan emosi. Ul enggan untuk menjawab pertanyaan orang tua tersebut, amarah yang sudah sangat tinggi membuatnya jadi hilang kesabaran dan enggan mendengarkan pendapat orang lain.

baca juga ...  Semifinal HNR Cup I Sajikan Delapan Gol dalam Satu Pertandingan

Dari mulutnya sendiri, Rustam mendengarkan kalau Ul memberikan uang Rp9 juta bagi orang yang bisa memberikan informasi dan mengantarkan Jaka kepadanya.

Setelah tiga hari menghilang usai pergi bersama sahabat dekatnya, Amboi, Jaka akhirnya ditemukan tak bernyawa pada Sabtu, 18 Januari 2025. Tubuhnya tergeletak di halaman samping rumah warga di Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim, menyisakan tanda tanya besar soal apa yang terjadi selama ia menghilang.

Rustam juga membeberkan pada Jumat, 17 Januari 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, menduga ada lima orang termasuk Ul dan Us merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap Jaka.

Sementara, pihak kepolisian belum juga memberikan keterangan dalam perkembangan kasus kematian Jaka yang diduga meninggal karena dibunuh.

(Oktavianto)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!