PULANG PISAU – Ketidakhadiran tenaga kesehatan di wilayah terpencil bukan sekadar soal disiplin, tetapi menyangkut keselamatan warga yang menggantungkan hidup pada pelayanan dasar. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Ragil Ari L Supar, yang menyoroti masih lemahnya kedisiplinan sebagian tenaga kesehatan di daerah pedalaman.
Menurutnya, kehadiran nakes di tempat tugas adalah bentuk tanggung jawab profesional sekaligus moral terhadap masyarakat. Terutama di desa–desa terpencil, keterlambatan atau ketidakhadiran petugas bisa berdampak besar bagi warga yang tidak memiliki akses alternatif layanan kesehatan.
“Kedisiplinan bukan cuma soal aturan, tapi soal kemanusiaan. Kalau nakes tidak ada di tempat saat dibutuhkan, siapa yang akan membantu warga yang sakit?” tegas Ragil, Politisi Gerindra Pulang Pisau ini, Minggu 11 Mei 2025.
Ia juga menekankan perlunya pengaturan cuti dan perjalanan dinas yang bijak, agar tidak terjadi kekosongan layanan secara bersamaan. Menurutnya, manajemen yang buruk dalam penjadwalan bisa membuat fasilitas kesehatan lumpuh sementara.
“Kalau semua pergi bersamaan, lalu siapa yang melayani? Harus ada pengaturan internal yang tegas agar pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.
Ragil berharap pihak dinas terkait bisa lebih ketat dalam melakukan monitoring dan pembinaan, terutama terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas pembantu atau poskesdes di wilayah-wilayah pelosok.
“Jangan sampai warga di desa menjadi korban dari kelalaian kita. Hak mereka untuk sehat harus dijamin, dan itu dimulai dari kedisiplinan petugas,” pungkasnya. (ds)












