SAMPIT – Ajang bergengsi Smansa Marching Band 2025 yang berlangsung meriah di Stadion 29 Nopember Sampit pada Minggu, 11 Mei 2025, mendadak jadi sorotan publik. Kesalahan pengumuman juara pada kategori Konser Kreasi tingkat TK memicu kebingungan di tengah peserta dan orang tua yang hadir.
Suasana haru berubah menjadi penuh tanda tanya saat pengumuman hasil lomba diumumkan secara keliru. Banyak pihak menyuarakan protes dan meminta kejelasan.
Ketua panitia, Adelia Almira, yang juga alumni Gita Swara, akhirnya angkat bicara. Ia juga menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas kekeliruan tersebut.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada para peserta atas kelalaian ini, begitu juga nama SMA Negeri 1 Sampit yang ikut terbawa dalam kejadian ini,” ungkapnya, Senin, 12 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh alumni marching band Gita Swara SMA Negeri 1 Sampit, bukan bagian dari agenda resmi sekolah maupun perayaan ulang tahun sekolah.
“Tujuan kami menggelar lomba ini adalah untuk mewadahi potensi pelajar dari tingkat TK hingga SMA dalam bidang musik marching band, sekaligus menjalin silaturahmi antarsekolah. Namun kami akui, ada keteledoran fatal dalam pengumuman hasil lomba kategori konser kreasi tingkat TK,” ujar Adelia.
Ia menegaskan bahwa kekeliruan tersebut bukan karena kecurangan atau manipulasi penilaian, melainkan murni kesalahan dalam penyebutan nama juara oleh panitia saat pengumuman.
“Kami salah menyebut daftar juara best costum sebagai juara konser kreasi. Ini murni kelalaian internal kami. Kami sangat memahami kekecewaan para peserta dan orang tua. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” imbuhnya.
Dirinya menunjukkan hasil perhitungan nilai kepada para wartawan dan begitu pula tulisan tangan penilaian dari dewan juri.
Dalam teknikal meeting sebelumnnya juga sudah diminta perwakilan tiap peserta untuk berada di dewan meja dewan juri sebagai bentuk pengawasan dan transparansi nilai.
Adapun hasil yang benar untuk kategori Konser Kreasi TK adalah: Juara 1 TK Bhayangkari, Juara 2 TK Perwanida, Juara 3 RA Nurul Iman, Juara 4 RA Baiturrahim, dan Juara 5 RA Melati.
Sementara daftar juara untuk Best Costume adalah: Juara 1 TK Perwanida, Juara 2 RA Nurul Iman, Juara 3 RA Melati, Juara 4 TK Bhayangkari, dan Juara 5 RA Baiturrahim.
Sebagai permohonan maaf atas kesalahan tersebut pihaknya berkomitmen untuk mendatangi setiap sekolah peserta dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung, serta memberikan solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan lebih lanjut.
“Kami sepakat ada dua Juara I hadiah dan piala diberikan sama, diharapkan dapat mengobati kekecewaaan para murid-murid, karena mereka semua tampil dengan sangat luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Sampit M Darma Setiawan menyampaikan panitia sudah melaporkan kepada dirinya bahwa kesalahan bukan pada juri atau sistem penilaian, tetapi karena kesalahan MC saat menyebut nama juara kategori TK.
“Ini sudah dikonfirmasi dan akan ditindaklanjuti panitia secara langsung ke masing-masing sekolah peserta,” ujarnya.
Sementara itu sebelumnnya diketahui Kepala TK Nurul Iman, Fitriani menyuarakan kekecewaannya terhadap proses pengumuman hasil yang dinilai tidak transparan. Ia menyayangkan kurangnya komunikasi yang jelas dan profesional dari panitia.
“Anak-anak kami sempat menerima piala dan merasa bangga, tapi kemudian diminta mengembalikannya karena terjadi revisi,” ujarnya.
Tentu mengecewakan bagi mereka. Sehingga diharapkan panitia harus lebih berhati-hati agar tidak merusak semangat anak-anak dalam berkompetisi.
Perubahan hasil lomba ini juga berdampak pada peserta lain seperti TK Melati, yang sempat diumumkan meraih juara tiga, namun kemudian digantikan.
“Ini bukan sekadar piala. Tapi bagaimana kita menghargai usaha mereka. Kalau seperti ini, anak-anak jadi bingung dan sedih,” keluhnya.
Panitia menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil dan terbuka, agar tidak mencoreng semangat positif yang dibawa kegiatan marching band ini.
(Nardi)












