PALANGKA RAYA – Bundaran Besar Palangka Raya, yang kini menjadi salah satu ikon baru di Kota Cantik usai menjalani proses renovasi, hingga saat ini belum memiliki nama resmi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana menentukan nama baru melalui sayembara terbuka.
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Juni Gultom, mengatakan bahwa penamaan bundaran tersebut diharapkan mencerminkan identitas budaya lokal.
“Nama Bundaran Besar rencananya akan disayembarakan agar bisa mencerminkan akar budaya lokal. Kita ingin nama yang merepresentasikan kota maju, berbudaya tinggi, bermartabat, dan berkarakter huma betang,” ucapnya, Rabu 14 Mei 2025.
Langkah ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Ia menambahkan, pelaksanaan sayembara akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Nanti masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Waktunya akan dilaksanakan sesegera mungkin,” tambahnya.
Setelah renovasi, Bundaran Besar menjadi salah satu daya tarik utama di Palangka Raya. Keberadaannya tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga mulai dikenal secara nasional sebagai ikon ibu kota Kalimantan Tengah. (yud)












