PALANGKA RAYA – Pakar Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Fitria, mengungkapkan, meski dihadapkan pada tantangan global dan kebijakan efisiensi anggaran, kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih memiliki prospek cerah.
“Tren pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih menunjukkan arah positif, terutama jika melihat pergerakan sejak triwulan pertama tahun ini. Kita tidak menutup mata bahwa belanja pemerintah, khususnya dari APBN, masih menjadi penopang utama. Namun efisiensi yang dilakukan juga mulai menunjukkan dampak positif terhadap struktur belanja,” ucapnya, Kamis 22 Mei 2025.
Selain itu, sektor-sektor strategis seperti pertanian masih menjadi andalan utama yang menyimpan potensi besar.
“Sektor pertanian saat ini menjadi primadona. Ketika kita fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas secara bersamaan, ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Peran penting program pemerintah dan momentum-momentum nasional seperti Hari Raya Idul Adha serta berbagai event besar yang turut menggeliatkan roda ekonomi di triwulan kedua dan ketiga.
“Terkait dinamika global, masih adanya pengaruh dari situasi internasional, namun kondisinya sudah lebih stabil dibanding masa lalu.
“Kita tidak lagi setegang masa perang dagang, komunikasi antarnegara lebih baik, dan dunia kini mulai fokus pada isu pangan, energi, serta transisi energi terbarukan,” lanjutnya.
Indonesia masih berperan besar sebagai pemasok bahan baku global, namun sedang bergerak menuju tahap industrialisasi yang lebih maju.
“Kita sedang berproses menciptakan produk bernilai tambah, memperkuat rantai pasok yang efisien dan pendek,” tuturnya.
Secara khusus untuk Kalimantan Tengah, program food estate atau lumbung pangan nasional tetap menjadi tumpuan penting.
“Produk pertanian di Kalteng sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut ke produk turunan yang lebih bernilai, dalam hal ini juga optimistis bahwa dengan sinergi kebijakan efisiensi, industrialisasi, dan penguatan sektor pertanian, perekonomian Indonesia bisa terus tumbuh sehat dan mandiri di tengah dinamika global,” urainya.
Upaya membangun ekonomi kerakyatan terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejalan dengan visi dan misi Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus strategis pembangunan daerah.
“Peningkatan kapasitas UMKM di Kalteng diarahkan agar mampu bergerak di berbagai bidang, dari skala kecil hingga menengah, serta menciptakan produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” bebernya.
Selain itu juga, kalau UMKM itu bergerak secara bersama, itu akan menimbulkan stimulus ekonomi yang besar. Mereka bukan hanya mampu menciptakan produk berkualitas dan variatif, tapi juga menggerakkan aktivitas pasar yang lebih hidup.
“Semangat ini sejalan dengan misi gubernur Agustiar Sabran dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya dilakukan dengan mendorong pelaku UMKM untuk masuk dalam ekosistem strategis nasional, namun tetap berakar dari potensi lokal,” urainya.
Bahkan, Kalimantan Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi daerah pengekspor produk UMKM unggulan, maka dari itu semua harus berpikir bahwa produk UMKM Kalteng itu tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi bisa bersaing di pasar luar.
“Dengan sinergi antara visi kepemimpinan daerah dan semangat pelaku usaha, Kalimantan Tengah dinilai sangat potensial menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing tinggi,” ungkapnya. (yud)












