PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau tancap gas dalam mempercepat pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Dalam kick off meeting yang digelar di Aula Dinas PUPR pada Kamis 22 Mei 2025, Kepala Bapperida Pulang Pisau Bakhzar Efendi menegaskan pentingnya strategi sanitasi terpadu demi menekan potensi stunting di wilayah setempat.
“Sanitasi yang buruk berdampak langsung pada meningkatnya penyakit infeksi seperti diare dan cacingan, yang menjadi pemicu stunting. Kita ingin cegah itu sejak awal,” ujar Bakhzar.
Ia menyebut PPSP bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menyentuh aspek perencanaan, penganggaran, pemantauan hingga edukasi masyarakat.
Bakhzar menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi titik awal pemutakhiran dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), yang akan menjadi peta jalan pembangunan sanitasi lima tahun ke depan. Pokja SSK pun akan segera dibentuk untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi.
Program PPSP ini mengacu pada Permendagri Nomor 87 Tahun 2022 tentang percepatan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah. Bakhzar menegaskan bahwa penyusunan dokumen SSK harus sejalan dengan RPJMD Kabupaten Pulang Pisau 2025–2030.
Ia juga menyebutkan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) akan difokuskan di Rey 7 dan 8, Desa Mantaren.
“Program ini tidak boleh berhenti di seremonial, harus berkelanjutan dan berdampak langsung ke masyarakat,” tambahnya.
Kick off meeting ini turut dihadiri Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa'i, Sekda Tony Harisinta, sejumlah kepala OPD dan satuan kerja. Komitmen kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program sanitasi ini demi Pulang Pisau yang sehat dan bebas stunting. (ds)












