Oleh: Maman Wiharja (Jurnalis Senior di Kalteng )
Rakyat Indonesia sudah terlalu lama menyaksikan para pemimpin daerah, mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota kinerjanya nampak  landai-landai saja  dan cenderung normatif.
Pengamatan penulis, saat ini warga Jabar telah memiliki sosok fenomenal. Bahkan ada pula yang menyebutnya sosok kontroversial. Tapi bagi penulis, sosok Kang Dedi Mulyadi (KDM) adalah sosok yang berani menerobos dari lelapnya tidur para penguasa negeri ini.
Menurut penulis, para penguasa negeri yang selama ini terkesan feodalistis, kini terkaget-kaget dengan sosok fenomenal ini. Terlepas dari segala keterbatasannya, faktanya gaya ala KDM banyak dicintai rakyat ketimbang pejabat, karena berani melakukan otokritik bagi sistem kinerja yang selama ini dianggap lelet, atau lebih mendewakan rapat dan seminar.
Saat nama sebutan ‘Bapa Aing‘ yang dikemas KDM dengan bahasa Sunda, saat ‘Bapak Aing‘ jadi Anggota DPR RI  ternyatan  tidak ongkang-ongkang kaki atau hanya duduk di belakang meja, namun pro aktif turun kelapangan menengok masyarakat.
Buktinya bisa dilihat kegiatan KDM pro kepada rakyat. Akun instagram miliknya seperti Instagram @Dedimulyadi  dan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel alias (Bapak Aing), sampai sekarang sudah puluhan juta nitizen yang berkomentar dan sangat mendukung terhadap perjuangan KDM membela rakyat .
Saat kasus ‘Vina 2016′ dibongkar  lagi  di PN Kabupaten Cireboan, pengamatan penulis, sosok KDM namanya semakin ngetop di Jawa Barat. Maka saat Pilkada Serentak 2024, KDM  berhasil mengalahkan lawan politiknya, singkatnya pada Kamis 20 Februari 2025 resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025 – 2029.
Sekitar satu bulan menjadi Gubernur Jabar  (20 Februari-21 Maret 2025), muncul kabar gembira bagi warga Jawa Barat, karena Gubernur KDM telah memberi kebijakan Pemutihan Pajak. Tunggakan pajak kendaraan dihapus dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu, dimana dengan fakta KDM telah banyak membela dan membantu masyarakat Jawa Barat.
Sekarang  kinerja KDM sebagai Gubernur Jabar hampir semusim jagung (20 Februari-22 Mei 2025), pengamatan penulis saat ini warga Jabar khususnya dan pada umumnya masyarakat seluruh Indonesia telah semakin dikejutkan oleh sosok Gubernur Jabar KDM, Apalagi dengan program jitu pendidikan yang melarang berbagai kegiatan serimonial murid sekolah kepada para Kepala Sekolah dan Guru, termasuk program mendidik murid sekolah yang bermasalah, di Barak TNI.
Disisi lain, Gubernur KDMÂ telah memiliki 9 program unggulan sampai akhir jabatannya tahun 2030, yakni :
- Pembangunan infrastruktur jalan sampai ke pelosok desa dan permukiman perkotaan;
- Pembangunan jaringan irigasi di seluruh wilayah pertanian, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi pertanian organik, melalui konektivitas pertanian berbasis kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan;
- Pengembangan pendidikan berkarakter, SMA/SMK gratis dan penambahan ruang kelas baru guna menjaga kesetaraan jumlah ruang kelas Sekolah Negeri SD, SMP, dan SMA/SMK;
- Pengembangan lapangan kerja baru, dengan mendorong Iinvestasi di wilayah kabupaten/kota bertata ruang industri, serta pariwisata, ekonomi kreatif, dan smart city;
- Penyempurnaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten/kota dengan penambahahan layanan khusus, seperti kesehatan ibu dan anak, penyakit jantung, sarana cuci darah, kanker, penanganan stroke dengan sarana bedah syaraf, layanan operasi dan layanan lainnya yang selama ini tersentralisasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, serta pemberian beasiswa dokter spesialis putra daerah sesuai dengan kelangkaan dan karakteristik penyakit masyarakat;
- Pengembangan industri pengobatan berbasis kearifan lingkungan;
- Mencetak 10.000 manajer putra daerah, melalui beasiswa di politeknik berorientasi terapan;
- Pengembangan pengelolaan sampah mandiri sampai dengan tingkat RT (Rukun Tetangga); penataan kampung nelayan, tempat pelelangan ikan, pelabuhan pendaratan kapal nelayan serta normalisasi muara di pesisir Jawa Barat;
- Mendorong peningkatan kesejahteraan kepala desa, perangkat desa, RW, RT, linmas, kader PKK, kader posyandu, guru agama, ajengan, serta penguatan pembangunan desa berbasis kearifan lingkungan dan transformasi birokrasi berdampak.
Ide-ide brillian KDM, kini telah banyak diikuti oleh sejumlah Gubernur, Bupati maupun Walikota. Seperti Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, yang telah menerapkan kepada para Kepala Sekolah dan Guru, serta Ketua Komite, dilarang melaksanakan berbagai pungutan kepada semua murid, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SLTA sederajat.
Menyusul Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, yang datang langsung menemui Gubernur Jabar KDM, di kediamannya di Lembur Pakuan Desa Sukasari, Kabupaten Subang, pada Minggu 5 Mei 2025. Tujuannya kerjasama yang berkelanjutan antara Provinsi Jabar dan Provinsi Kaltim, khususnya dalam bidang Pertanian, Perikanan, hingga Pariwisata.
Gubernur Jabar KDM tentunya bukanlah ‘Malaikat‘,  tapi seorang sosok manusia biasa yang memiliki kekhilapan, dan dalam mengurai program kinerjanya sebagai Gubernur pasti ada yang pro dan kontra.
Namun demikian, menurut penulis, Gubernur Jabar KDM telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat.
Dengan adanya kritik dan saran yang konstruktif, diharapkan KDM dapat terus memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat. Kritik dan saran yang konstruktif juga dapat membantu KDM untuk lebih memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan efektif.(*)
*)Terima kasih Djodjo Sutarjo, Jurnalis Senior di Cirebon-Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Cirebon, atas inspirasinya.












