PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan pembangunan dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya rampung pada tahun 2025 ini. Pembangunan tersebut difokuskan di dua titik, yaitu eks kantor KONI dan eks kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng.
“Target selesai tahun ini,” ujar Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom Kamis 22 Mei 2025.
Namun, saat ditanya mengenai besaran anggaran proyek tersebut, Juni yang baru menjabat sebagai Kadis PUPR mengaku belum mengetahui secara rinci.
” Nanti akan saya lihat, tapi tahun ini selesai,” katanya.
Sementara itu, mantan Kadis PUPR yang kini menjabat sebagai Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Shalahuddin, memastikan bahwa tidak ada pemangkasan anggaran untuk proyek RTH tersebut.
Ia mengatakan bahwa proyek pembangunan RTH di eks KONI menghabiskan dana sekitar Rp43 miliar, sedangkan di eks Disnakertrans sebesar Rp57 miliar.
“Tidak ada efisiensi. Ini proyek di kota, susah kalau efisiensi. Targetnya Desember bisa langsung difungsikan,” kata Shalahuddin, Senin 24 April 2025.
Bundaran Besar Palangka Raya direncanakan akan diresmikan setelah pembangunan kedua ruang hijau itu selesai dibangun, sehingga masyarakat nantinya bisa menikmati pemandangan kota dari ketinggian 45 meter.
Adapun nama untuk bangunan ikonik bergaya arsitektur Talawang setinggi 45 meter yang berdiri di tengah Bundaran Besar masih akan dibahas. Opsi yang mengemuka, antara lain melalui forum bersama DPRD atau menggelar sayembara.
“Mungkin akan dirapatkan dengan DPRD atau disayembarakan. Nanti juga dikoordinasikan dengan Gubernur,” ujarnya.
(Syauqi)












