PALANGKA RAYA – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Kalimantan Tengah (Kalteng) melaporkan bahwa hingga pekan ini, sebanyak 50 desa di wilayah tersebut telah terpasang jaringan internet berbasis Starlink sebagai bagian dari upaya mengatasi blank spot atau wilayah tanpa akses internet.
“Sampai hari ini, satu minggu berjalan untuk penyaluran internet desa berupa Starlink itu sudah 50 titik. Jadi kita beriringan dengan Dinas ESDM karena untuk akses listriknya kita menggunakan APDAL dari ESDM,” ujar Plt Kepala Dinas Kominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, Senin 26 Mei 2025.
Ia menambahkan, jumlah titik internet Starlink yang telah dipasang sejajar dengan jumlah alat penyalur daya listrik (APDAL) yang disiapkan Dinas ESDM. Kedua instansi bekerja sama untuk mendukung program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng.
“Jadi jumlah yang terpasang juga sama (50 titik). Dalam target dua bulan, kami berupaya bersama Dinas ESDM menyelesaikan kegiatan ini sehingga tidak ada lagi blank spot di Provinsi Kalteng,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Vent Christway, menjelaskan bahwa pihaknya bertugas menyediakan suplai listrik melalui pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung operasional Starlink di desa–desa terpencil.
“Jadi Dinas ESDM bertugas untuk menyiapkan fasilitas listrik melalui pembangkit listrik tenaga surya berupa alat penyalur daya listrik dengan kapasitas 1500 wat,” ujar Vent.
Vent menambahkan, pada tahun 2025 pihaknya menargetkan pemasangan sebanyak 1.571 unit APDAL yang akan disalurkan ke seluruh kantor desa dan kelurahan di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng.
Hingga saat ini, pemasangan APDAL telah dilakukan di 50 desa. Sementara untuk di 13 kabupaten satu kota pemasangan ditargetkan rampung tahun ini.
“Yang sudah terpasang 50 desa dan kelurahan yakni di Kota Palangka Raya, Kabupaten Seruyan, Panglan Bun (Kotawaringin Barat), Kapua, dan Pulang Pisau,” pungkasnya.
(Syauqi)












