SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi membuka secara langsung rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan pembahasan penetapan usulan potensi desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) tahun 2025 di Aula Kantor Bupati Sukamara, Selasa 27 Mei 2025.
Nur Effendi menerangkan bahwa untuk mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 91 persen di tahun 2025, pemerintah terus gencar melakukan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat tim percepatan akses keuangan daerah TPKAD beberapa waktu yang lalu di Palangka Raya dengan OJK turun ke Sukamara dan ikut pada rapat ini,” jelas Nur Effendi .
Dijelaskannya melalui tim percepatan akses keuangan daerah, pemerintah daerah berkolaborasi dengan lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan perekonomian di desa dengan menggali potensi daerah dari berbagai sektor dan mempermudah akses pembiayaan, penjaminan, digitalisasi, peningkatan SDM serta sinergi dengan berbagai pihak.
Selain itu, kehadiran UMKM juga menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat, kemudahan akses keuangan juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan UMKM akan permodalan untuk penguatan sektor produktif dan prioritas di daerah.
“Dan Kabupaten Sukamara menjadi daerah pertama di Kalteng yng dikunjungi oleh OJK untuk program penetapan usulan potensi desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) tahun 2025,” ucap Nur Effendi.
Karena itu, dengan program usulan potensi desa Ekosistem Keuangan Inklusif maka akan membantu Pemkab Sukamara mengetahui potensi desa yang belum tergali dengan maksimal. (enn)












