Ratusan Warga “Kepung” Kantor Koperasi di Sembuluh II, Tuding Pengurus Otoriter dan Tidak Transparan

IST/BERITASAMPIT - Ratusan warga Sembuluh II padati depan kantor Koperasi layangkan 2 tuntutan, Senin, 26 Mei 2025.

KUALA PEMBUANG – Suasana Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, mendadak bergolak pada Senin pagi, 26 Mei 2025. Ratusan warga yang tergabung sebagai anggota Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama turun ke jalan, melakukan longmarch dan “mengepung” kantor koperasi sebagai bentuk protes atas dugaan kepemimpinan otoriter dan keuangan yang tidak transparan.

Teriakan tuntutan menggema sejak pukul 08.00 WIB. Menyuarakan kemarahan yang telah lama dipendam, ketiadaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama dua tahun terakhir dan kebijakan yang dinilai dibuat secara sepihak.

Sorotan utama mengarah pada Ketua Koperasi, Jainudin, yang dituding menjalankan koperasi layaknya milik pribadi. Pemicu utama kemarahan warga adalah program arisan kurban yang diluncurkan tanpa sosialisasi. Ironisnya, program itu diklaim mendapat dukungan kaum perempuan, padahal sebagian besar justru menolak.

“Siapa yang mereka maksud perempuan yang setuju? Hampir semua kami tanya, tidak ada yang merasa mengusulkan,” tegas Haji Syahruni, salah satu peserta aksi.

Kemarahan memuncak ketika fakta lain terungkap, dalam lima tahun terakhir, hanya satu kali RAT digelar itu pun dilakukan secara tergesa dan tanpa hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami datang tanpa dikoordinir, murni karena sudah terlalu lama menahan kesal. Koperasi ini terasa seperti milik pribadi, bukan milik bersama,” ujarnya dengan lantang.

Warga juga mengaku mengalami tekanan, dari ancaman pencoretan keanggotaan hingga tidak diberi hak atas Sisa Hasil Usaha (SHU) jika berbeda pendapat dengan ketua.

Tokoh masyarakat Haji Multani pun turut angkat suara. Ia mendesak RAT segera dilaksanakan pekan ini juga, serta membuka seluruh catatan keuangan koperasi kepada anggota. “Kami ingin melihat rekening koran koperasi. Uang keluar dan masuk harus diketahui seluruh anggota,” tegasnya.

baca juga ...  Baksos Meriahkan Penutupan TMMD Ke-123, Warga Seruyan Terima Sembako dan Rumah Dinas

Aksi damai ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan koperasi yang dianggap tidak sehat. Warga berharap, gerakan ini menjadi titik balik menuju koperasi yang lebih jujur, terbuka, dan berpihak pada anggota.

(ASY)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!