PULANG PISAU – Anggota DPRD Pulang Pisau dari Fraksi PDIP, Dwi Saksono, menyatakan dukungan penuh atas langkah preventif Polres Pulang Pisau dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, edukasi dan keterlibatan masyarakat adalah fondasi utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerah ini.
Hal ini disampaikan Dwi Saksono saat menanggapi kegiatan simulasi terpadu dan Patroli MAJA yang dilaksanakan Sat Samapta Polres Pulang Pisau, Sabtu 31 Mei 2025. Ia menilai kegiatan semacam ini perlu diperluas jangkauannya ke desa–desa paling rentan.
“Kita butuh sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kesadaran warga untuk tidak membakar lahan tumbuh dari dirinya sendiri,” ujar Dwi.
Dwi juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan secara sembarangan tidak hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan kesehatan, ekonomi, dan ekosistem lokal. Oleh karena itu, pendekatan edukatif harus dikedepankan dibanding sekadar tindakan represif.
Ia mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat kampanye pencegahan dengan menyasar kelompok-kelompok rentan, termasuk petani dan peladang tradisional, yang selama ini kerap terlibat praktik pembakaran lahan karena keterbatasan informasi.
Dalam pandangan politisi muda ini, kegiatan seperti Patroli MAJA sangat tepat karena menyentuh langsung lapisan masyarakat. “Mereka (Polres) tidak hanya patroli, tapi menyampaikan pesan pencegahan secara humanis. Ini yang harus ditiru instansi lain,” tambahnya.
Sebagai legislator, Dwi berjanji akan mendorong penguatan anggaran untuk penanggulangan karhutla melalui mekanisme APBD, serta memastikan kebijakan pencegahan masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, Pulang Pisau harus belajar dari tahun-tahun sebelumnya. “Kita tidak bisa lagi menunggu kebakaran terjadi baru bertindak. Cegah sejak dini, dan libatkan semua elemen,” tutupnya. (ds)












