PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas antardaerah.
Salah satu capaian strategis dalam 100 hari kerja Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo adalah tuntasnya penanganan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun sepanjang 152 kilometer hingga mencapai fungsi jalan 100 persen.
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, dalam konferensi pers 100 Hari Kerja di Istana Isen Mulang, Senin, 2 Juni 2025, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah terhadap aksesibilitas wilayah hulu dan perbatasan.
“Ruas Palangka Raya–Kuala Kurun merupakan jalur strategis yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan wilayah barat laut Kalteng. Saat ini, jalan tersebut telah fungsional penuh, mempersingkat waktu tempuh dari sebelumnya sekitar 4 jam menjadi hanya 2,5 jam,” ungkap Leonard.
Perbaikan ruas jalan tersebut tak hanya memperlancar konektivitas antarkabupaten, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat di Kabupaten Gunung Mas dan wilayah sekitarnya kini memiliki akses logistik, pendidikan, dan kesehatan yang lebih mudah dan cepat.
“Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan mempersulit pengangkutan hasil pertanian. Sekarang, dengan perbaikan ini, roda ekonomi lokal mulai bergerak lebih dinamis,” ujar Leonard.
Penanganan jalan Palangka Raya-Kuala Kurun masuk dalam prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur dalam membangun konektivitas antarwilayah.
Ruas ini juga merupakan bagian dari jalur penting menuju wilayah hulu dan kabupaten strategis lain seperti Murung Raya dan Barito Utara.
Menurut Leonard, penanganan infrastruktur tidak hanya soal kemantapan jalan, tetapi juga keadilan pembangunan. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di daerah pelosok pun merasakan manfaat langsung dari pembangunan,” katanya.
Dengan perbaikan jalan ini, efisiensi transportasi menjadi nyata. Kecepatan rata-rata kendaraan meningkat dari 40 km/jam menjadi 60 km/jam, sementara konsumsi bahan bakar dan biaya logistik otomatis menurun. Bagi pelaku usaha kecil dan petani lokal, ini memberikan dampak signifikan terhadap margin keuntungan dan daya saing.
“Ini bukan hanya pembangunan jalan. Ini adalah pembangunan harapan dan masa depan ekonomi rakyat,” tegas Leonard.
Pemprov Kalteng menargetkan pembangunan dan pemeliharaan jalan lainnya akan terus dipercepat. Beberapa ruas di wilayah selatan dan timur provinsi juga masuk dalam skema prioritas pembangunan berkelanjutan tahun 2025–2026.
“Kami sudah menyiapkan rencana jangka menengah untuk memastikan konektivitas antarwilayah makin merata dan berkualitas,” ujarnya.
(Sya'ban)












