Ikuti Rakor Percepatan Swasembada Pangan, Bupati : Pastikan Kesiapan Hadapi Tantangan selama Musim Kemarau

IST/BERITASAMPIT : Bupati Rizky Aditya Putra, Kejari , dan sekda mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan swasembada pangan.

– Menjelang musim kemarau 2025, Bupati Rizky Aditya Putra mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan swasembada pangan yang digelar secara hybrid, Rabu 4 Juni 2025

Rakor ini digelar untuk memperkuat ketahanan pangan , khususnya dalam menjaga produktivitas beras saat musim kering tiba.

Rakor yang dilaksanakan melalui Zoom ini diikuti oleh jajaran menteri, pejabat tinggi kementerian, para gubernur, bupati, wali kota, serta stakeholder terkait dari seluruh Indonesia.

Bupati Rizky hadir didampingi Dandim 1017/, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala OPD terkait.

“Rakor ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kita menghadapi tantangan pangan selama musim kemarau,” kata Rizky dalam keterangannya.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah strategi utama untuk menjaga ketahanan pangan , mulai dari pengelolaan irigasi, optimasi lahan, hingga program bantuan bagi petani. Fokus diarahkan pada kondisi kemarau basah yang berisiko menurunkan ketersediaan udara dan air untuk lahan pertanian.

Menteri Pertanian RI dalam paparannya menekankan pentingnya percepatan penanaman padi di lahan sawah seluas 384.341 hektar. Kawasan yang menjadi prioritas adalah tadah hujan dan lahan rawa.

Targetnya adalah meningkatkan indeks tanam hingga 1,5 kali per tahun dengan capaian produksi beras sebesar 32 juta ton.

“Kunci keberhasilan swasembada adalah kecepatan tanam dan pengelolaan sumber daya air secara efisien,” ujar Menteri Pertanian dalam rapat.

Rakor ini juga menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kolaborasi lintas sector, mulai dari teknologi pertanian, kebijakan pemerintah, hingga komitmen petani di lapangan.

Menurut Rizky, pemerintah daerah siap mendukung langkah pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Ia menyebut, langkah kolaboratif seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi dinamika iklim dan tantangan pertanian ke depan.

baca juga ...  Ciptakan Inovasi Bertani Melalui SmartPhone, Mahasiswa asal Lamandau Raih Medali Emas di Singapura

“Kami akan terus mendorong percepatan tanam di dan memastikan program pertanian berjalan maksimal,” tegasnya. (andre)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!